
ATAMBUA, LALIAN NEWS- KeuskupanAtambua.org – — Empat sekolah penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Terbaik tahun 2026 di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, melaksanakan bimbingan teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) tingkat gugus pada 17–19 September 2026 di tiga sekolah di Atambua. Melalui pemeriksaan dokumen, berbagi praktik baik, dan peninjauan praktik mengajar bersama fasilitator daerah, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat penjaminan mutu, literasi dan numerasi, serta digitalisasi pembelajaran.

Keempat sekolah tersebut ialah SMAS Seminari Lalian, SLBN Tenubot Atambua, SMA Santa Angela Atambua, dan SMAS 7 September ’99 Atambua. Kegiatan antarsekolah ini merupakan kelanjutan dari implementasi internal di setiap satuan pendidikan. SMAS Seminari Lalian, misalnya, telah menyelenggarakan kegiatan internal pada 12–15 September 2026.

Pertemuan tingkat gugus menjadi kesempatan bagi sekolah peserta untuk menelaah kelengkapan perencanaan sekaligus memperlihatkan pelaksanaan program. Pembahasan berlangsung bergiliran di tiga sekolah dengan fokus berbeda setiap hari.

Pada hari pertama, Kamis (17/9/2026), kegiatan berlangsung di ruang pertemuan SLBN Tenubot Atambua pukul 10.00–13.00 WITA. Pertemuan berfokus pada pelaksanaan Program BOSP Kinerja melalui pemeriksaan dokumen perencanaan dan penjaminan mutu sekolah.

Dokumen yang diperiksa meliputi Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS), serta surat keputusan Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Sekolah (TPMPS). Pemeriksaan juga mencakup pembagian tugas, rincian jadwal monitoring dan evaluasi, lembar laporan, Lembar Kerja (LK) 1 beserta daftar benahi, serta dokumentasi aktivitas terkait delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Pada hari kedua, Jumat (18/9/2026), kegiatan berpindah ke Aula SMA Santa Angela Atambua, pukul 11.00–14.00 WITA. Fokus pembahasan ialah berbagi praktik baik serta implementasi literasi dan numerasi.
Tiga sekolah lainnya menyerahkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru beserta perangkat ajar terkait. Sekolah peserta juga memaparkan upaya peningkatan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Rapor Pendidikan.
Pembahasan turut mencakup upaya membangun lingkungan fisik, sosio-afektif, dan pendidikan yang mendukung penguatan literasi serta numerasi. Untuk memperlihatkan pelaksanaannya, sekolah menunjukkan LK 1, 2, dan 3 beserta berbagai aktivitas pendukung.
Rangkaian kegiatan berakhir pada Sabtu (19/9/2026) di Aula SMAS 7 September ’99 Atambua, pukul 11.00–14.00 WITA. Agenda hari terakhir berfokus pada digitalisasi pembelajaran.
Setiap sekolah menyerahkan daftar ceklis kemampuan pendidik dan tenaga kependidikan dalam penguasaan digitalisasi. Fasilitator daerah meninjau praktik mengajar secara langsung, disertai pemeriksaan dokumen pendukung berupa surat keputusan Tim Digitalisasi dan prosedur operasional standar (SOP).
Seluruh kegiatan didampingi dan diawasi tiga fasilitator daerah sesuai bidang masing-masing. Mereka ialah Margaritha S. J. Sabuna, koordinator pengawas pendidikan menengah Kabupaten Belu sekaligus fasilitator SPMI; Sofia Amtaran, pengawas pendidikan dasar sekaligus fasilitator digitalisasi pembelajaran; serta Alberta Sarwenda K. Siarai, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter sekaligus fasilitator literasi dan numerasi.
Rangkaian bimtek berlangsung lancar. Tindak lanjut kegiatan diharapkan memperkuat pelaksanaan penjaminan mutu di keempat sekolah peserta dan mendorong perbaikan capaian Rapor Pendidikan. Praktik baik yang dikembangkan juga diharapkan dapat dibagikan kepada sekolah-sekolah di sekitarnya untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Belu.
Penulis: Lalian Literasi.@com.id. Editor – Yudel Neno
