Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif
  • Uskup Atambua Beri Rekoleksi untuk Ratusan Pelajar di Dekenat Mena
  • Dukung Kiprah Ekologi, Penjabat Desa Oepuah Utara Bersama Perangkat Tanam Anakan di Area Sumber Air
  • Rekoleksi Kategorial Hari Pertama di Dekenat Mena, Uskup Atambua beri Renungan Mimbar Hingga Aksi Nyata Hambur Bibit
  • Direktur Pendidikan Katolik Tutup Kegiatan Revisi dan Penyusunan Buku SMAK
  • Direktur Pendidikan Katolik Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning
  • Temui para Guru SMAK, Staf Khusus Menteri Agama Tegaskan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi sebagai Haluan Baru Pendidikan Beragama
  • Dirjen Bimas Katolik Tekankan Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi dalam Revisi dan Penyusunan Buku SMAK
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • SURAT GEMBALA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Opini»Arti dan Makna Lingkaran Adven dan Empat Lilin dalam Masa Adven
Opini

Arti dan Makna Lingkaran Adven dan Empat Lilin dalam Masa Adven

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaNovember 30, 2024Updated:November 30, 2024No Comments3,986 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Empat Lilin Adven: Makna dan Lambang

Masa Adven adalah masa persiapan umat Katolik dalam menyambut kedatangan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat. Adven berasal dari kata Latin adventus, yang berarti “kedatangan”. Selama Empat Minggu, umat diajak untuk merenungkan harapan, perdamaian, sukacita, dan kasih dalam terang janji keselamatan Allah. Hal ini dilambangkan dengan Empat Lilin pada Lingkaran Adven, yang dinyalakan berturut-turut pada setiap Minggu Adven.

Lilin Pertama: Lilin Para Nabi (Harapan – Hope)

Lilin ini melambangkan harapan umat akan kedatangan Kristus, sebagaimana telah dinubuatkan oleh para nabi, terutama Nabi Yesaya:

“Sebab Seorang Anak telah lahir untuk kita, Seorang Putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai” (Yesaya 9:5).

Cahaya lilin pertama menandakan awal terang yang muncul di tengah kegelapan dosa dan keputusasaan dunia. Ini menjadi simbol janji Allah yang setia dan pengharapan umat manusia akan penggenapan janji keselamatan.

Lilin Kedua: Lilin Betlehem (Perdamaian – Peace)

Lilin ini melambangkan perdamaian yang dianugerahkan Allah melalui kesetiaan dan cinta-Nya. Betlehem, tempat kelahiran Kristus, menjadi lambang kerendahan hati dan kesederhanaan. Kesetiaan Bunda Maria menerima kehendak Allah tercermin dalam kata-katanya:

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (Lukas 1:38).

Cahaya lilin kedua mengingatkan umat untuk mencari damai sejati, yang ditemukan dalam hubungan yang setia dan penuh kasih kepada Allah.

Lilin Ketiga: Lilin Gembala (Sukacita – Joy)

Lilin ini dinyalakan pada Minggu Gaudete (Minggu Sukacita), sebagai pengingat sukacita para Gembala yang mendengar kabar kelahiran Sang Juru Selamat:

“Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud” (Lukas 2:10-11).

Lilin ini biasanya berwarna merah muda, simbol kegembiraan umat yang merayakan kedekatan kedatangan Kristus. Sukacita ini mengalir dari pengharapan yang semakin nyata akan kehadiran Allah di tengah dunia.

Lilin Keempat: Lilin Para Malaikat (Kasih – Love)

Lilin terakhir melambangkan kasih Allah yang terungkap dalam kedatangan Kristus ke dunia. Para Malaikat menyampaikan kabar keselamatan dengan penuh sukacita, memuji Allah:

“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (Lukas 2:14).

Cahaya Lilin Keempat mengajarkan bahwa kasih Allah adalah cinta yang tanpa syarat, yang diberikan kepada manusia melalui pengorbanan Putera-Nya demi keselamatan dunia.

Lingkaran Adven dan Maknanya

Lingkaran Adven, berbentuk bulat tanpa ujung, melambangkan keabadian Allah. Allah adalah awal dan akhir, yang kasih-Nya tak berkesudahan:

“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemuka, Yang Awal dan Yang Akhir” (Wahyu 22:13).

Daun hijau yang menghiasi lingkaran Adven, biasanya cemara, melambangkan pengharapan dan kehidupan kekal. Daun cemara tetap hijau sepanjang waktu, menggambarkan kehidupan rohani yang berakar dalam Kristus yang selalu segar dan bertumbuh, meskipun di tengah tantangan hidup.

 

Sumber dan Referensi

1. Katekismus Gereja Katolik (KGK) No. 524: “Dengan merayakan Adven setiap tahun, Gereja menyegarkan kembali kerinduan akan kedatangan Mesias…”

2. Dokumen Sacrosanctum Concilium, Konsili Vatikan II, tentang Liturgi Suci.

3. Kitab Suci: Yesaya 9:5; Lukas 1:38; Lukas 2:10-14; Wahyu 22:13.

 

oleh Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

ELEMEN ESTETIKA DAN PENJIWAAN DALAM RAGAM TRADISI MUSIK – Catatan ke-2 untuk Konser Musik Trans Timor Barat

November 12, 2025

MUSIK SEBAGAI KATHARSIS – PENGALAMAN ESTETIS DALAM KONSER Calpestando La Terra – Sostenendo il Cielo

November 11, 2025

July 4, 2025

Rukun Bersama Saudara: Jalan Menuju Berkat dan Martabat dalam Dialog Antaragama

July 2, 2025

Partisipasi Umat Katolik dalam Kegiatan Gerejawi dan Berbagai Tingkatannya-

May 27, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

Uskup Atambua Beri Rekoleksi untuk Ratusan Pelajar di Dekenat Mena

December 10, 2025

Dukung Kiprah Ekologi, Penjabat Desa Oepuah Utara Bersama Perangkat Tanam Anakan di Area Sumber Air

December 9, 2025

Rekoleksi Kategorial Hari Pertama di Dekenat Mena, Uskup Atambua beri Renungan Mimbar Hingga Aksi Nyata Hambur Bibit

December 9, 2025

Direktur Pendidikan Katolik Tutup Kegiatan Revisi dan Penyusunan Buku SMAK

December 2, 2025

Direktur Pendidikan Katolik Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Deep Learning

December 1, 2025
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2025 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?