Selasa, minggu biasa XVII.
Matius 13:42-43:”Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!” Banyak perumpamaan Yesus berkenaan dengan Kerajaan Allah tentang hal baik dan jahat. Allah membiarkan keduanya hidup dalam diri kita tetapi sampai waktunya harus dipisahkan. Di akhir zaman ilalang atau yg jahat akan dibakar sedangkan gandum atau yg baik mendapatkan pahala di surga. Kenyataannya di dalam diri kita kedua hal itu ada. Pertanyaannya mana yg lebih dominan, gandum ataukah ilalang. Selama hidup kita perlu melewati banyak peristiwa untuk membersihan hal jahat dalam hidup kita. Karena itu ada ujian derita dimana kita harus berkurban demi pembersihan hidup yang tak pantas. Biasanya ilalang tumbuh subur dalam jiwa yang tidak bersih. Terkadang belum tuntas pembersihannya, kita sudah dipanggil menghadap Tuhan. Karena itu dalam keyakinan iman, kita percaya bahwa masih ada satu proses pembersihan lagi yang dinamakan api penyucian(purgatori). Pembersihan dibutuhkan agar hanya tinggal gandum atau hal yang baik di dalam diri sebelum masuk ke surga abadi sehingga sebagai manusia sempurna kita akan berada di surga dalam Kemuliaan Allah. Karena itu selama masih ada kesempatan di dunia ini berbuatlah banyak kebaikan, berlakulah ramah, jadilah orang yang murah hati, hindari semangat ingat diri yang berlebihan dan berdoalah bagi sesamamu agar sama-sama nanti berbahagia di surga. Mari kita berusaha mengekang diri agar tidak ada tempat bagi yang jahat untuk menguasai hidup kita. Ingatlah yang jahat zaman ini datang dalam banyak tawaran yang mengggiurkan. Oleh karena itu orang yang tidak mempunyai relasi intim dengan Yesus akan terjerumus dalam godaan untuk menjadi ilalang dan disesatkan. Kita berdoa: “Tuhan Yesus aku ingin kembali kepada-Mu, sembuhkan hatiku dan perbaharui hidupku. Janganlah biarkan aku menjadi tempat yang subur untuk ilalang tapi agar hidupku penuh dengan kebaikan. Amin.”
Selamat berjuang.Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
Editor: Okto Klau
