
Garam dan Terang. Sumber: selisip.com
Lumen Gentium – Terang Para Bangsa.
Inilah salah satu dokumen terpenting Konsili Vatikan II, yang menegaskan identitas Yesus dan sekaligus panggilan kita: “Kamu adalah garam dan terang dunia!”
Tuhan Yesus mengajak kita untuk tidak tawar dan pudar, untuk tidak membiarkan diri luntur dan kabur, sehingga “nyaris tak terdengar, tetapi untuk berani bersaksi di tengah dunia ini, memberikan rasa tanpa sok kuasa, mencerahkan tanpa membuat silau.
Garam ada untuk mengurangi rasa hambar. “Hendaklah kata-katamu penuh kasih, jangan hambar!” Kol 4:5-6.
Terang hadir untuk menyingkirkan gelap, membuat yang buta menjadi melek, yang tuli bisa mendengar dan yang bisu bisa berbicara.
Kita diajak untuk memberi rasa dan nuansa, tidak hambar dan tawar, tidak ngawur dan tawar tetapi berani memberi daya guna – daya makna dan daya tahan bagi sesama dan alam semesta.
Hidup kita mesti mempunyai efek atau impact, mempunyai rasa dan pengaruh lewat karya, ucapan dan doa kita karena sebenarnya orang yang suam-suam kuku, tawar dan hambar, pudar dan samar, malahan akan dimuntahkan oleh Allah.
Hari ini diwartakan calling, semacam panggilan dasar kita untuk menggarami yang tawar dan menerangi yang pudar.
Ya Tuhan, mampukanlah kami untuk menjadi garam dan terang dunia. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
