Mat 11:20-24
Kapela Lalian Tolu
Selasa, 13 Juli 2021
Kerasnya batu lebih mudah dihancurkan. Tetapi kerasnya hati manusia sulit untuk dilembutkan. Mengapa? Karena dibalik kerasnya hati itu ada banyak lapisan. Ada lapisan egoisme, kesombongan dan kebekuan ideologis, sehingga sulit untuk ditembus.
Oleh karena itu orang perlu jujur dan terbuka akan kebenaran yang lain. Kebenaran itu perlu kita teliti, timbang dan tetapkan untuk perubahan dan pertumbuhan.
Yesus mengecam kota-kota yang orang-orangnya tidak mau bertobat dari dosa mereka. Yesus menyebut celaan dan sasarannya, “Celakalah kamu, Korazim, Betsaida, Kapernaum!”
Sabda Yesus hari ini berlaku untuk kita semua. Artinya, kita juga akan mendapatkan celaka jika kita tidak mau bertobat dari cara hidup kita yang tercela. Kita juga akan celaka kalau kita jatuh dalam cobaan. Kita jadikan Sabda Yesus hari ini sebagai alarm atas segala tutur kata dan tindakan hari ini.
Syukur kepada Tuhan atas anugerah kehidupan, hari ulang tahun kelahiran kami pada hari ini:
1. Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm
2. P. Yustino Galvao, CMF
3. Romo Eman Kiik Mau Pr
4. Rachel Siribein
5. Ian Berek
6. Lola Alves
7. Angel Ila Tha
8. Resa Suni
Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu, karena Engkau tiada hentinya mengingatkan kami agar selalu membarui diri. Hari ini Engkau begitu tegas memperingatkan kami agar tidak berdosa lagi. Bantulah kami agar semakin rendah hati dan terbuka kepada-Mu. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa:
Romo Eman Kiik Mau, Pr
Trending
- Jangan Takut; Karena Kita Berharga di Mata Tuhan
- Rayakan HUT ke-20 di Seminari Lalian, Legio Maria Komisium Virgo Virginum Ajak Anggota Teladani Bunda Maria
- SMPK Sta. Angela Atambua Antar Mading Kerja Sama ke SMAS Seminari Lalian, Dorong Minat Literasi dan Bahasa Inggris Siswa
- SMAS Seminari Lalian Bergandengan Tangan dengan BNN Belu Deklarasikan “Sekolah Bersinar”
- Tidak Bermuka Dua
- Menjadi Imam dengan Paradigma Kosmopolitan dan Daya Dobrak Melampaui Sekat
- Ketika Teologi tentang Salib Berpuncak secara Misioner pada Kesetiaan di Bawah Kaki Salib
- Iman yang Berbuah Kasih
