
Ilustrasi: renunganlanterajiwa.com
Lukas 11:52: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
Lagi lagi kecaman Yesus kepada kaum Farisi yang memegang kunci pengetahuan tapi sekaligus menjadi penghalang bagi orang yang mau mengikutinya. Kaum muda sering tidak sudi mendengar nasihat yang dituakan karena apa yang mereka larang mereka sendiri yang melakukannya.
Contoh orang tua melarang anak minum mabok tapi saat pulang rumah mulutnya sendiri beraroma alkohol. Kemunafikan itu bagaikan pisau bermata dua.
Orang menggunakannya untuk menutup kelemahannya di depan sesamanya. Mari kita mengusahakan hidup yang benar agar kita dapat menghantar orang kepada hidup yang jujur dan murni. Mulailah dari keluarga kita dan komunitas kita masing masing.
Kita berdoa: “Allah Bapa di surga. Putera-Mu menegur kami hari ini untuk jadi pelita yang menghantar orang ke jalan yang benar dengan hidup jujur di hadapan-Mu. Dengan demikian kami dapat menghantar banyak orang datang kepada-Mu. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
