
Romo Emanuel Kiik Mau, Pr, Sekretaris Komisi Liturgi Keuskupan Atambua (Hari ini berulang tahun yang ke-47, Ad Mutos Annos)
Yesus bersyukur kepada Bapa atas karya besar-Nya bagi manusia. Rasa syukur ini membuat Yrsus semakin memahami kehendak Bapa bagi keselamatan manusia. Dengan rendah hati, Yesus berkomunikasi dengan Bapa. Ia menggambarkan keutamaan Kristiani yakni kerendahan hati, yang mengajarkan kita untuk senantiasa bergantung pada kehendak Allah.
Bergantung pada Allah. Inilah yang kadang dilupakan oleh orang-orang bijak dan pandai. Umumnya, orang bijak dan pandai merasa levih hebat dari sesamanya. Ini merusak identitas mereka sebagai anak Allah. Karena merasa sudah hebat, mereka menjadikan hal-hal yang mereka miliki sebagai jaminan hidup. Olah rohani dan iman dikesampingkan karena dipandang tidak memberi hasil yang memuaskan. Itulah realitas dunia kita sekarang.
Di hadapan Allah, kita harus bersikap rendah hati. Rendah hati menjadi sikap hidup kita. Mari kita kembangkan sikap rendah hati agar semakin nyata identitas kita sebagai murid Tuhan.
“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi! Sebab semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan di hati-Mu.”
Syukur kepada Tuhan atas hari ulang tahun kelahiran saya yang ke-47 pada hari ini.
Hari ini merupakan hari ulang tahun kelahiran kami bersama:
1. Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm
2. Pater Yustino Galvao, CMF
3. Rachel Siribein
4. Ian Berek
5. Lola Alves
6. Angel Ila Tha
7. Rhesa Suni
Kami mohon doanya bagi kami semua yang berulang tahun pada hari ini. Terima kasih untuk doanya bagi kami.
Tuhan Yesus, syukur kepada-Mu atas segala kasih yang boleh kami terima. Semoga terang-Mu membuat kami lebih menjadi orang beriman yang siap diutus dan memiliki terang sejati di tengah dunia ini. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
