
Ilustrasi Ketulusan. Sumber: bola.com
Lukas 9:62: “Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Ada orang yang dipanggil ikut Yesus tapi masih punya alasan kuburkan ayahnya, ada yang ingin pamit dengan orang tuanya tapi sikap Yesus seperti teks di atas yang berarti mereka yang mau melayani sesama harus melepaskan semua keterikatan dunia agar jangan karena alasan duniawi kita lalaikan tugas rohani.
Bagaimana dengan hidup kita saat kita layani Tuhan baik dalam pelayanan pastoral kepada umat yang kita layani apakah murni melayani ataukah ada unsur-unsur lain yang mengganggu kita untuk tidak melayani sesama?
Apakah dalam usaha kita untuk damai dengan orang lain, karena gengsi kira tidak rela memaafkan sesama kita? Siapa yang memegang bajak dan menoleh ke belakang ia tidak layak bagiku. Janganlah pengalaman masa lampau menghalangi kita untuk berbuat baik, atau jadilah orang yang rendah hati demi damai karena Yesuslah satu satunya yang utama bukan kita.
Bisakah hal ini kita usahakan saat ada pertengkaran di dalam keluarga kita, atau pun dalam masyarakat dan hidup bertetangga?
Kita berdoa: “Tuhan Yesus segala yang Engkau ajarkan adalah jalan, kebenaran dan kehidupan. Bantulah kami agar tiada satu unsur duniawi pun yang menghalangi kami untuk melaksanakan Firman-Mu dalam hidup kami. Amin.”
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
