
Mawas Diri, Sumber Gambar: kosngosan.com
Di setiap tempat pengisian bahan bakar selalu ada peringatan, “Dilarang Merokok.”
Peringatan itu hendaknya mencegah bahaya terjadinya kebakaran di tempat itu. Sebab percikan api sekecil apa pun, itu sudah cukup memancing suatu kebakaran besar.
Hari ini Yesus menegaskan hal serupa. Bangsa Israel memegang perintah, “Jangan membunuh!” Generasi selanjutnya melestarikan hukum ini. Bagi Yesus, dengan hanya melestarikan hukum ini, angka pembunuhan tidak dengan sendirinya bisa ditekan. Sebab pembunuhan tidak terjadi begitu saja. Sebelum terjadi pembunuhan pasti telah ada benih pertikaian. Pertikaian bisa berawal dari kata-kata kasar, olok-olokan. Olok-olokan itu bagai api kecil bisa memicu kebakaran besar. Olok-olokan bisa membangkitkan amarah, amarah membangkitkan permusuhan, permusuhan membangkitkan dendam, dendam membangkitkan nafsu untuk membunuh.
Hari ini Yesus meminta kita para murid-Nya untuk sejak dari awal harus mengikis benih-benih permusuhan, mencipta hati sejuk, damai dan penuh kasih. Betapa bahagia kita ini jika nasihat Yesus ini sungguh jadi pedoman bagi kita dalam bertingkah laku setiap hari.
Tuhan Yesus, semoga kami selalu mau mawas diri dan membangun kasih persaudaraan satu sama lain. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
