Oleh Sr. Klarentin, FSGM
Saudara/i sahabat Tuhan Yang terkasih,
“Setiap orang suci memiliki masa lalu dan setiap orang berdosa memiliki masa depan”, begitu kata-kata orang bijak yang rendah hati. Ungkapan ini menunjukkan bahwa kehidupan manusia tidak ditentutakan oleh satu, dua atau tiga perbuatan salah. Kesalahan besar dapat menjadi awal dari pertobatan yang sungguh dari perubahan yang luar biasa. Injil hari ini bercerita tentang teladan dan pengajaran Yesus sehubungan dengan orang berdosa. Diceritakan bahwa ada seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. Dia datang dan menemui Yesus yang sedang menghadiri undangan makan seorang Farisi. Saat bertemu Yesus, perempuan berdosa ini membasahi kaki Yesus dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. Ia mencium kaki Yesus dan meminyakinya dengan minyak wangi. Menurut Yesus, tindakan ini adalah tindakan kasih dan ungkapan iman. Tindakan kasih dan ungkapan iman ini adalah tindakan pertobatan.
Saudara/i sahabat Tuhan Yang terkasih,
Tak jarang dalam hidup ini, kita bertindak seperti orang Farisi yang mengundang Yesus: memberi cap kepada orang lain sebagai orang berdosa. Kita memenjarakan orang itu dalam dosanya. Kita menyimpulkan bahwa tidak ada lagi masa depan yang baik untuknya. Hari ini, Yesus menunjukkan kepada kita, sebuah teladan dan pengajaran yang luar biasa. Setiap orang dapat menjadi seperti wanita berdosa itu. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna. Tuhan tidak memasung orang berdosa tetapi membebaskan dan justru mengutusnya.
Saudara/i sahabat Tuhan Yang terkasih,
Pada akhir kisah, Yesus dengan jelas mengatakan “ imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat”. Perempuan itu tidak mengatakan bahwa “aku menyesal atas dosa-dosaku”, namun ia menunjukkan dengan perbuatan bagaimana ia sebenarnya sangat rindu bebas dari dosa. Seperti analogi orang yang dibebaskan dari hutang, Allah Yang Maharahim mengampuni dan menerima kembali mereka yang telah berdosa. Seorang yang berhutang dibebaskan dari hutangnya. Artinya Tuhan tidak memperhitungkan dosa manusia.
Saudara/i sahabat Tuhan Yang terkasih,
Bagi kita, seringkali keberdosaan yang kita alami adalah kehendak untuk mengasihi Allah dengan lebih sungguh yang mana tidak mampu kita wujudkan. Ada kerinduan mendalam dari kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun persis bersamaan dengan itu juga, ada kelemahan manusiawi yang justru membuat kita berbuat kebalikannya. Kehendak untuk semakin dekat dengan Tuhan, namun gagal, itulah yang membuat kita merasa berdosa.
“Jika terdapat pelanggaran, hendaklah kita saling menegur dengan sabar dan cinta kasih, serta bergaul dengan ramah. Kita berusaha secepat mungkin memulihkan kesalahan agar dapat hidup dengan gembira lagi dalam persekutuan orang beriman, baik dalam keluarga, komunitas, tempat kerja dan dimana saja kita hidup”. Demikian Muder Anselma Bop pendiri Kongregasi Suster-Suster FSGM menghayati hidup dalam persaudaraan dan kesaksian iman di tengah-tengah umat. Menciptakan hidup damai dan sukacita meski merasa diri lemah dan tak berdaya. Kasih penuh kerahiman membawa orang semakin memiliki hidup yang berarti, bermakna dan berharga di mata Tuhan dan sesama.
Saudara/i sahabat Tuhan Yang terkasih,
Saat ini, kita berada dalam Bulan Kitab Suci Nasional. Selama bulan ini, kita sekalian diajak untuk lebih banyak meluangkan waktu untuk membuka, membaca, merenungkan serta mewartakan sabda Tuhan kepada setiap orang yang kita jumpai bersama Yesus yang adalah sahabat seperjalanan kita. Ajakan Yesus hari ini yang patut kita refleksikan adalah: dalam kehidupan setiap hari, terkadang kita sudah merasa puas karena membandingkan diri dengan orang lain. Kita menjadi tenang karena melihat orang lain jauh lebih buruk dari diri sendiri. Padahal, ciri orang yang percaya seharusnya seperti perempuan berdosa yang menyadari keberdosaannya dan membutuhkan anugerah dari Allah. Allah akan menyadarkan betapa kita adalah manusia berdosa dan membutuhkan pengampunan. Mari kita semakin menyadari, bahwa dalam segala situasi hidup kita, Tuhan tidak pernah meninggalkan yang lemah dan tak berdaya. Marilah kita mohon Rahmat dari Tuhan agar hidup kita menjadi hidup yang penuh berkat, sehingga kita tetap berani dan mampu datang kepada Tuhan untuk memohon pengampunan, dan janganlah takut karena Yesus adalah sahabat Seperjalanan kita. Semoga kehadiran kita tidak menjadi penghalang bagi mereka yang hendak datang kepada Tuhan. Semoga Tuhan memberkati. Amin.
**Renungan live dapat dilihat pada https://www.youtube.com/watch?v=VtVoLWjDPgI
***Editor : Okto Klau
