Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV
  • Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal
  • Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney
  • Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok
  • Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta
  • Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa
  • Iman Lahir dari Pendengaran, Tatapan Ekaristis Meneguhkannya
  • Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Panen Simbolis Padi Sawah Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik
Berita Keuskupan Atambua

Panen Simbolis Padi Sawah Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaApril 6, 2022Updated:April 7, 2022No Comments30 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Panen Padi Simbolis di Lokasi Sawah Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik ( dok. pribadi/oka)

 

Keuskupanatambua.org Panen Simbolis Padi di sawah Paroki St. Petrus dan Paulus Lurasik hari ini, Rabu 6 April 2022 berlangsung cukup meriah.

Acara dimulai tepat pukul 10.00 Wita di lokasi sawah paroki yang berada tepat di pinggir jalan berhadapan dengan Puskesmas Lurasik.

Panen simbolis ini selain dihadiri Bapak Uskup, dihadiri pula oleh Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) serta jajaran dan Ketua DPRD TTU.

Rombongan Bapak Uskup dan Bupati/wakil Bupati dan ketua DPRD TTU disambut di lokasi sawah Paroki Lurasik dengan tarian dan takanap dari para tetua Lurasik.

Suasana penyambutan Uskup Atambua, Bupati dan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan, Ketua DPRD TTU serta rombongan di lokasi sawah (dok. pribadi/oka)

Kemudian rombongan diarahkan ke rumah atau pondok peristirahatan sekaligus tempat acara dilaksanakan.

Acara panen simbolis ini didahului dengan ibadat singkat dan pemberkatan pondok sawah, alat potong padi, dan padi yang siap panen yang dipimpin langsung oleh Bapak uskup Atambua.

Dalam kata pengantarnya pada ibadat tersebut, Mgr Domi menegaskan bahwa panen simbolis ini sebenarnya tidak ada gunanya bila tidak diikuti dengan kerja keras secara kontinu. “Saya secara pribadi tidak suka dengan panen simbolis, panen perdana, tanam perdana. Semua itu tidak ada guna sebab Tuhan mengundang kita agar bekerja keras dan tanpa henti bukan hanya berhenti di semua yang bersifat simbolis dan seremonial saja” Kata Uskup asal Taekas ini.

Selanjutnya dalam renungan singkatnya, beliau mengatakan bahwa wilayah Lurasik sampai dengan pantura seharusnya menjadi lumbung padi untuk kabuptaen Belu dan Timor Tengah Utara kalau dikelolah dengan baik. Karena itu menurut ketua Komisi Keadilan Perdamaian dan Migran Perantau KWI ini, perlu adanya peningkatkan kedaulatan pangan dan katahanan pangan. Karena hanya dengan berdaualat, orang akan bekerja seperti raja dan makan seperti raja. Itulah anak-anak Allah. “Kerja itu tidak membuat kita menjadi hamba karena kerja itu adalah kemuliaan diri kita sebagai citra Allah.” Lanjut Uskup ke-4 Keuskupan Atambua ini.

Sementara itu dalam sambutannya, Romo Urbanus Hala, Pr, pastor paroki Lurasik menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu mengelolah sawah paroki ini. Dalam kesempatan itu Romo Urbanus juga menggambarkan tentang lokasi sawah paroki yang katanya memiliki luas 4 hektar. Dalam rapat bersama dengan DPP dan tokoh umat diputuskan bahwa sawah paroki ini dalam pengelolaannya diserahkan kepada umat. “Sawah ini diolah oleh umat mulai dari pengolahan awal hingga panen saat ini”. Lanjut mantan pastor paroki Tukuneno ini.

Ada dua sumur bor yang digunakan untuk mengairi sawah ini. Satu sumber bor dengan kedalaman 50 m dan menggunakan pipa 4 dim. Biaya pengerjaan sebesar 30 juta. Sedangkan sumur kedua hanya memiliki kedalaman 15 m dan menggunakan pipa pengisap air 6 dim.

Lokasi sawah yang strategis dan terletak di mata jalan ini, menurut Romo Urbanus akan dikembangkan lebih lanjut menjadi sawah agrowisata.

Sebaimana disaksikan sendiri oleh keuskupanatambua.org, di lokasi sawah ini sudah ada dua kolam ikan yang disi dengan 5000 ekor ikan nila sumbangan dari dinas perikanan TTU. Nantinya kolam ikan ini akan dibuka untuk tempat pemancingan. Kolam ini merupakan salah satu penunjang sawah agrowisata menurut Romo Urbanus.

Selain itu sawah ini telah ditanami sekelingnya dengan 50 pohon kelapa gopio. Ada juga Pinang.

Nanti akan ada juga usaha kuliner di tempat ini. Di samping itu akan dibuat sebuah kolam renang.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati TTU menyampaikan terima kasih kepada pastor paroki yang telah memberikan contoh yang luar biasa kepada umat. Sekarang yang kerja keras itu datang dari Gereja. Umat harus meneladani gembala mereka, begitu tukas mantan camat Biboki Utara ini.

Sedangkan dalam sambutannya, Uskup Domi kembali memberikan apresiasi kepada Romo Urbanus bersama kedua pastor rekannya yang telah berpikir tentang ekonomi berkelanjutan. Sebelumnya dalam sambutannya memang Romo Urbanus telah merencanakan lokasi sawah ini nantinya tidak hanya untuk menanam padi tetapi lebih dari pada itu akan dikelolah lebih lanjut menjadi sawah agrowisata.

Keuskupan pun telah memikirkan tentang hilir-hulunya ekonomi. Karena itu, romo-romo Keuskupan Atambua menurut Uskup Domi, telah berupaya agar terjun ke berbagai bidang usaha agar selain memberikan sumbangan bagi keuskupan juga sebagai upaya pemberdayaan umat agar mulai bangkit dari situasi mereka yang seperti mati suri.
Menurut Uskup Atambua ini, keuskupan bersama pemerintah akan berusaha untuk memperkuat produksi dan distribusi dan sedikit mengurangi konsumsi agar kesejahteraan umat yang sekaligus masyarakat di Keuskupan ini bena-benar terwujud.

Acara seremoni panen padi simbolis ini diakhiri dengan acara ramah tamah bersama yang selanjutnya dimulai panen menggunakan alat traktor yang telah disiapkan.

Salam Unggul, Cerdas, Sejahtera!

Laporan/penulis: Okto Klau




Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026

Tutup Jumpa Orang Muda se-Nusra, Ketua Komkep KWI Ajak OMK Jangan Kehilangan Arah

July 5, 2026

Dari Ritapiret, Gubernur NTT Ajak OMK Menjadi Generasi Literat, Produktif, dan Kolaboratif

July 5, 2026

Ketika Seks Direduksi Jadi Komoditas, OMK Diajak Mengembalikan Tubuh pada Martabatnya

July 4, 2026

Di Aula Ritapiret, Rm. Patris Allegro Ajak OMK Berakar dalam Iman dan Berdampak di Dunia Digital

July 4, 2026

Peserta NYD III Berziarah di Maumere, Uskup Ajak OMK Berjalan Bersama

July 4, 2026

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Kecerdasan Manusiawi dan Kecerdasan Buatan menurut Ensiklik Magnifica Humanitas oleh Paus Leo XIV

August 25, 2026

Ribuan Umat Paroki Seon Sambut Kedatangan Sr. Maria Alfonsa SJMJ dalam Rangka Misa Syukur Kaul Kekal

August 8, 2026

Temu Persaudaraan se-Dekenat Malaka, Deken Malaka Ajak para Imam Teladani Hati Santo Yohanes Maria Vianney

August 5, 2026

Konkretisasi Pendidikan Plus dan Kurikulum Berbasis Cinta, SMAK Santa Filomena Mena Siapkan 76 Bedeng untuk Tanam Lombok

August 4, 2026

Pancasila sebagai Dasar Etika Cinta bagi Kurikulum Berbasis Cinta

August 1, 2026

Sosialisasi BKSN di Dekenat Mena, Peserta Diajak Mengenal Yesus sebagai Guru yang Penuh Kuasa

July 25, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?