
Sta. Sesilia
Lukas 21:1-2: “Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.” Yesus mengamati orang yang memberi derma. Yang dipuji bukan soal jumlahnya tapi hati dan korban dalam pemberian derma itu. Janda memberi sedikit tapi seluruh dari kepunyaannya dan ia yang dipuji Yesus. Dua unsur penting di dalam setiap pemberian kita adalah hati dan korban. Mari kita belajar memberi dari hati dan bahkan bisa terluka oleh pemberian itu sendiri.
Sta.Sesilia sejak awal hidupnya ia berjanji memberikan hidupnya untuk Tuhan dalam janji keperawanan. Ia setia pada janjinya bahkan tidak mau mengingkari kaul keperawanannya sampai harus jadi korban karenanya. Saat-saat di mana ada tantangan bagi janji hidup sucinya ia bernyanyi memuji Tuhan. Ia dijadikan pelindung bagi pemusik. Apakah dalam hidup kita saat susah dan senang tetap memuji Tuhan? Kiranya hidup kita menjadi lagu yang merdu di hadapan Tuhan lewat tingkah laku dan perbuatan kita. Bahkan saat yang paling sulit pun kita siap berkorban bagi sesama kita.
Kita berdoa:” Tuhan Yesus dgn mengamati pemberi derma dan memberikan pujian kpd janda miskin yg memberi dari kekurangannya semoga kamipun belajar memberi dari hati yg ikhlas bhkan di saat pemberian kami membuat kami terluka olehnya. AMIN.”
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
**Editor: Okto Klau
