Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Sambut Baru di Paroki St. Bernardus Naekake: 72 Anak Melangkah dalam Sukacita Ekaristi
  • Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart
  • Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar
  • Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026
  • Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena
  • OMK se-Dekenat Mena Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Romo Marten dan Romo Vence Siap Sukseskan
  • Gubernur NTT Mendukung Perayaan HKY Dekenat Mena dan Mendorong Orang Muda Berpartisipasi Aktif
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Opini»Produktif di Tengah Pandemi Lewat Mencintai Alam, Merawat Tanaman
Opini

Produktif di Tengah Pandemi Lewat Mencintai Alam, Merawat Tanaman

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaSeptember 11, 2021Updated:September 11, 2021No Comments11 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

 
Merawat tumbuhan yang hidup merupakan ekspresi sadar; menegaskan bahwa Allah sumber hidup; Allah hadir, dan Allah-lah yang memberi pertumbuhan.

Setiap karya perawatan adalah ungkapan syukur insan beriman kepada Allah bahwa Allah sumber kehidupan, tetap setia mengaruniakan kehidupan. Paulus menanam, Apolos menyiram dan Allah-lah yang memberi pertumbuhan.

Permenungan ini telah dimulai secara mendalam oleh Santo Fransiskus Asisi, Pelindung ekologis, yang melihat segala ciptaan sebagai saudara dan saudari karena memiliki kodrat keterciptaan yang sama yakni dari Allah dan oleh Allah.

Permenungan ekologis ini, lebih mendalam direfleksikan oleh Bapa Suci, Paus Fransiskus dalam Ensikik Laudato Si, yang membicarakan tentang kepedulian merawat alam semesta sebagai wujud pemuliaan akan Allah.

Merawat alam tidak sekedar menghargai mereka, tetapi merawat alam sama seperti merawat diri karena kodrat keterciptaan yang sama, yang datang dari Allah.

Lantas kita bertanya; bagaimana caranya merawat alam?

Satunya-satunya cara untuk merawat alam adalah dengan bekerja. Pekerjaan yang mana? Yang pasti, pekerjaan itu bukanlah eksploitasi alam; bukanlah memporak-porandakan alam.

Untuk setiap pekerjaan yang menimbulkan dosa, karena merusak alam, dosa ini dinamakan dosa ekologis.

Orang-orang yang berdosa secara ekologis, baginya pintu pertobatan disediakan. Pintu pertobatan itu, dinamakan pertobatan ekologis. Sikap nyata dari pertobatan ekologis adalah melakukan pekerjaan ekologis, secara produktif.

Dengan melakukan pekerjaan produktif, seorang pekerja menunjukkan ciri khas dirinya sebagai co-creator Allah, yang turut memperindah dunia ciptaan ini, dengan keteraturan dan keindahan. Yang namaNya Allah, Ia teratur dan indah.

Mana tindak nyata dari pekerjaan produktif?



Gambar di atas; tampak seorang pastor muda, Rm. Zebedeus Nahas, Pr, salah satu Pastor yang bertugas di Paroki Santa Filomena Mena, Keuskupan Atambua, Kabupaten TTU, Provinsi NTT sedang menyiram tanaman sayuran tomat. Aksi ini selalu dilakukan pagi sore. Jumlah pohon, mencapai ratusan pohon. Selain tomat, ada juga lombok.

Kenyataan tergambar seperti di atas, itulah yang Saya maksudkan sebagai kerja produktif. Mengapa produktif? Ada dua poin, yang pertama, tanah dapat ‘bernapas” karena dengan gembur, pori-pori dapat terbuka. Terbukanya pori-pori tanah, dapat memperlancar aliran air segar demi tumbuh suburnya tanaman.

Inilah kiranya, yang saya maksudkan sebagai produktif, bahwa pertama-tama sebelum memperoleh hasil yang produktif, proses dan cara bekerja tanpa merusak merupakan sebuah sikap produktif.

Penulis : Rm. Yudel Neno, Pr (Pastor Pembantu Paroki Santa Filomena Mena)

Editor : Okto Klau

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Kecakapan Discernment Imamat di Tengah Viralitas dan Popularitas Publikasi Media Sosial

January 28, 2026

Ekologi Media dan Pentingnya Kesadaran Subjektif

December 12, 2025

ELEMEN ESTETIKA DAN PENJIWAAN DALAM RAGAM TRADISI MUSIK – Catatan ke-2 untuk Konser Musik Trans Timor Barat

November 12, 2025

MUSIK SEBAGAI KATHARSIS – PENGALAMAN ESTETIS DALAM KONSER Calpestando La Terra – Sostenendo il Cielo

November 11, 2025

July 4, 2025

Comments are closed.

BERITA TERBARU

Sambut Baru di Paroki St. Bernardus Naekake: 72 Anak Melangkah dalam Sukacita Ekaristi

June 25, 2026

Gubernur NTT dan Etika Wajah Ekonomi Kreatif: Membaca Martabat Kerja dalam OVOP dan NTT Mart

June 21, 2026

Mgr. Dominikus Saku Kembali Memberikan Sakramen Krisma Kepada 376 Umat Paroki St. Dominikus Leon As Wekmidar

June 18, 2026

Tim Voli Putra Paroki Mena Juara, Menang 3-0 pada Final HKY 2026

June 12, 2026

Bupati TTU Ajak OMK Jadi Pelaku Perubahan dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026

Gubernur NTT Dorong OMK Rumuskan Bisnis Produk Lokal dalam Perayaan HKY Dekenat Mena

June 12, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?