Sumber gambar : poskata.com
Lukas 13:13:”Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.”
Tuhan mengajar kita lewat St.Lukas bahwa Roh Pujian dan syukur tidak boleh didiamkan tetapi harus didukung dan disebarkan. Setelah wanita yang sakit punggung itu sembuh ia memuliakan Allah. Lawan-lawan Yesus merasa malu karena alasan penyembuhan di hari Sabat begitu masuk akal sedangkan orang banyak memuliakan Allah. Luk. 13:17 “dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.” Juga roh yang sama terjadi pada pengemis buta yang disembuhlan Yesus. Orang yang sudsh disembuhkan Yesus mengikuti Yesus dan memuliakan Allah, orang banyak yang menyaksikan itu juga memuliakan Allah ( Luk.18:43). Ketika Yesus menghidupkan putera seorang janda orang-orang memuji Allah dan berkata: “Allah telah datang untuk menyelamatkan umatNya”(Luk.7:6). Pada minggu Palem ketika orang bersorak memuji Allah ada yang menegur Yesus agar menyuruh mereka diam tapi jawab Yesus: “jika mereka diam maka batu ini yang akan berteriak” (Lk.19:40).
Kesimpulannya Allah harus dipuji. Kita anak-anak-Nya harus memuji Dia. Jika kita tidak memuji Dia maka Allah akan menbangkitakan yang lain untuk memuji-Nya. Jika kita mendapatkan hal yang luar biasa dari Yesus dalam hidup kita jangan lupa bersyukur, bersyukur dan bersyukurlah. Tuhan itu baik.
Apakah semangat memuji ini ada dalam hidup kita? Setiap hari minggu apakah kita menyiapkan waktu untuk ke gereja sebagai tanda syukur kita? Saat Anda lupa dan tidak mau bersyukur, Allah akan menggerakkan yang lain untuk bersyukur. Dengan demikian rahmat syukur berpindah kepada orang lain. Kasian ya.
Kita berdoa bersama Pemazmur, Mzm 103 : 2 – 4 : “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat. Kemulian kepada Bapa,Putera dan Roh Kudus.Amin.”
Salam sukses dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
**Editor : Okto Klau
