Renungan Hari Ini, Selasa, 14 September 2021

Pesta Salib Suci

Oleh:  P. Salvator Towary, SVD

Umat Tuhan yang terkasih.
Hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci. Pemuliaan Salib Tuhan ini dihubungkan dengan penemuan salib oleh Santa Helena, ibu dari Kaisar Konstantinus agung. Jika anda nanti akan ke tanah suci, biasanya setelah turun dari Gunung Sinai, anda akan diarahkan oleh tour guide beristirahat di gereja yang didedikasikan oleh Santa Helena di mana terdapat sebagian dari Salib Tuhan Yesus ini.

Bagian lain dari Salib Tuhan dibawa oleh Santa Helena ke Roma dan ditempatkan di sebuah basilika kecil yang sangat menarik umat Italia dan para peziarah yakni “Basilica di S. Croce in Gerusalemme – Roma. Basilika Salib Suci Yerusalem-Roma.

Di depan Salib Tuhan ini tertulis:
“Adoriamo la tua Croce, Signore! Lodiamo e Glorifichiamo la tua Santa Risurrezione. Dal legno della Croce e venuta la gioia in tutto il mondo!”  Artinya :
“Kami menyembah sujud salib suci-Mu, ya Kristus dan memuji Dikau.  Sebab dengan salib suci-Mu, Engkau telah menebus dan membawa damai bagi seluruh dunia!”
Inilah ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan menuju keselamatan.

Saudara-saudariku yang terkasih.
Pokok bacaan Injil tadi, “Putera Manusia harus ditinggikan”, adalah sebuah perbandingan yang dibuat oleh St. Yohanes, antara “ular yang ditinggikan” = Kitab Bilangan 21: 6 dan “Kristus yang ditinggikan” = Injil Yohanes 3: 14.

Setiap orang yang memandang ular tembaga yang ditinggikan dan mengarahkan pikiran pada Allah, maka dengan kuasa Allah yang mereka imani itu, mereka disembuhkan. Demikian juga dengan Yesus. Yesus harus ditinggikan dan setiap orang yang mengarahkan pikirannya kepada Dia serta percaya kepada-Nya, dia akan memperoleh hidup yang kekal.

Kata “meninggikan” yang dipakai bagi Yesus mengandung arti: diangkat di kayu salib dan ditinggikan dalam kemuliaan-Nya ketika Ia naik ke surga.
Salib dan kemuliaan sangat erat hubungan. Bagi Yesus, salib merupakan jalan menuju kemuliaan.
Kita semua yang mengakui pengikut Yesus  harus bermegah dalam salib Tuhan kita, Yesus Kristus, pokok keselamatan, kehidupan dan kebangkitan kita, sumber penebusan dan pembebasan kita.

Ada satu hukum kehidupan yang tidak berubah yakni tiada mahkota tanpa salib.
Meminjam spirit hidup seorang Imam Diosesan dari Tirol Selatan, Josef Freinademetz: yang juga menjadi misionaris sulung SVD: “Salib adalah rejeki harian seorang misionaris. Semua salib berasal dari Allah. Kita mau menanggung salib itu dengan gembira karena kita cinta pada Yesus yang tersalib dan untuk menyilih dosa-dosa kita”.

Kita semua yang dibabtis adalah misionaris Kristus yang diutus Yesus melalui mandat misioner ini “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibabtis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum!”

Saudara-saudariku yang terkasih.
Pada pesta salib suci ini kita semua diajak untuk kembali memaknai arti dari setiap Tanda Salib = Signum Crucis yang kita lakukan. Tanda salib memberi makna akan keesaan Allah Tri Tunggal, penebusan Allah dan kasih Allah.

Santo Yohanes Damaskus mengatakan, tanda salib adalah tanda bagi yang percaya dan dibedakan dengan yang tidak percaya. Santo Sirilus dari Yerusalem mengajak kita, “Mari, tidak perlu merasa malu untuk menyatakan Yesus yang tersalib”. Aplikasi praktisnya, kita tidak perlu merasa malu membuat tanda salib di hadapan publik, di rumah makan – restoran khususnya dalam pertemuan dengan sesama yang bukan Katolik. Itulah jati diri kita sebagai orang Katolik.

Santo Efrem dari Suriah berkata, “Tandai seluruh kegiatan dengan tanda salib yang dapat memberikan kehidupan”. Tertulian, “Apapun pekerjaannya, kita menandai dahi kita dengan tanda salib”.

Pater Gabriele Amorth, dalam bukunya yang asli berbahasa Italia, “Un Esorcista Racconta = “Seorang eksorsis menceriterakan kisahnya, mengsyeringkan salah satu pengalaman bagaimana ia mengusir setan = mengeksorsis orang yang kerasukan setan, “Juga rumah kediaman dengan mengangkat Salib Yesus di tangan kanan dan Rosario digenggamkan dengan tangan kiri. Roh-roh jahat berteriak dan meninggalkan pribadi tertentu dan tempat tertentu”.
Inilah kekuatan dan mujizat yang terpancar dari salib Kristus!
Maka tempatkanlah salib-salib yang diberkati di rumah-rumah kita, di kantor, tempat usaha, di kebun untuk menghalau kegelapan dosa dan kebutaan manusia tak beriman. Salib adalah tanda iman-harapan dan cinta kasih kristiani. Melalui peristiwa salib, Yesus mematahkan kuasa maut dan dosa-dosa kita. Amin.

Marilah berdoa:
Allah Bapa di surga. Kami mohon dengan rendah hati agar kami yang telah Engkau tebus dengan kayu salib Putera-Mu yang menghidupkan, Engkau ikut sertakan dalam kemuliaan kebangkitan-Nya. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Marilah kita membuka hati kita untuk menerima berkat Tuhan.
Semoga berkat Air dan Darah yang mengalir dari lambung Yesus yang Maha Rahim menguduskan Tubuh-Jiwa dan Roh kita serta melindungi kita dari segala yang jahat: Demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.


*Rektor Biara SVD Noemeto/Direktur Rumah Retret SVD

Editor: Yosef Hello

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here