Senin Prapaskah V, 22 Maret 2021
Bacaan: Yoh 8: 1-11
Injil Yohanes bab 8 ayat 3 sampai 4, bunyinya: “Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah, lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah”.
Sering dalam hidup kita bersama, baik di rumah tangga kita maupun dalam hidup bertetangga dan bermasyarakat, kita sering lebih suka menuduh, mempersalahkan dan menghukum sesama kita tanpa ada sikap mengampuni, sikap penuh simpati terhadap yang bersalah, bahkan lebih banyak sikap menghukum orang lain dengan mengecamnya. Seperti yang dilakukan kaum Farisi terhadap perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Sikap mereka semata-mata hanya mempersalahkan menurut hukum dan bahwa dia harus dirajam hingga mati.
Dalam menghadapi mereka ternyata lain sikap Yesus. Ia tahu bahwa mereka yang menuduh dan mempersalahkan itu dosanya malah lebih besar dari perempuan yang tertangkap basah itu, maka Yesus menyuruh mereka: “Siapa yang tidak berdosa hendaknya ia yang pertama melempari perempuan ini”. Ternyata tidak ada yang berani dan satu per satu pergi meninggalkan Yesus dan perempuan itu.
Mari dalam hidup keluarga dan bertetangga kita hentikan sifat tuduh menuduh, mempersalahkan sesama dan diganti dengan sikap mengampuni, sikap penuh simpatik dalam menghadapi masalah seperti yang dilakukan Yesus, sehingga orang yang bersalah menyadari dosanya dan dapat bertobat.
Tindakan kekerasan, tuduhan yang berlebihan tanpa kasih sayang dan pengampunan hanya akan menciptakan situasi tegang dan tidak memberikan kenyamanan kepada seluruh anggota rumah kita. Kita berdoa, “Tuhan Yesus ajarilah aku agar setiap kata yang saya ungkapkan kepada sesama hendaknya penuh kasih dan pengampunan”. Amin.

Diedit oleh Yosef Hello (Admin)
