
Sumber Gambar: idntimes.com
Salah satu hal yang paling membahagiakan tetapi sekaligus paling menyedihkan ialah masalah persahabatan. Seiring dengan bertambahnya usia kita, pengalaman persahabatan kita juga bertambah.
Mari kita kenang, berapa banyak sahabat telah kita miliki sejak masa kecil atau kanak-kanak, remaja, muda dan setelah dewasa. Lihat saja, berapa teman saat kita masih di Sekolah Dasar dahulu yang masih bisa kita kontak? Barangkali banyak yang sudah hilang kontak. Meskipun dengan grup-grup Whatsapp, kita dapat menjalin kontak dengan teman-teman lama…., kita selalu punya sahabat-sahabat baru dalam perjalanan: keluarga kita sendiri, kawan di tempat kerja atau grup-grup baru kita.
Sahabat sejati, yakni yang selalu bertahan menjadi sahabat kita di kala senang atau pun susah adalah pelindung yang kuat, laksana kita menemukan harta yang tak ternilai dan harganya tak terbayar. Kalau Yesus mengharapkan perkawinan itu tak terceraikan, tentulah Tuhan meminta para murid memiliki jiwa sahabat sejati, sahabat yang setia untuk suami istri tersebut.
Kata cerai hanya ada dalam benak atau pikiran manusia. Dalam pikiran Tuhan, tidak ada kata cerai. Tuhan selalu menginginkan persatuan dan kesatuan bukannya perpecahan, perceraian atau perpisahan. Kata cerai, justru menunjukkan bahwa manusia sulit untuk setia, sulit untuk berkomitmen. Mrk 10:1-12.
Marilah kita belajar menjadi sahabat sejati dan sahabat yang setia satu sama lain. Menjadi sahabat yang sejati bagi sesama kita sungguh tidak mudah.
Satu-satunya teladan sempurna hanyalah Yesus Kristus Tuhan kita, yang bahkan untuk mereka yang membenci Dia yakni orang-orang yang menyalibkan Dia, Yesus tetap mendoakan dan mengampuni.
Bagi Allah, tidak ada seorang pun yang menjadi musuh, seperti dikatakan Paus Fransiskus. Bagi Tuhan Yesus, tidak ada seorang pun yang dibenci atau dianggap musuh. Manakah rahasianya? Rahasianya terletak pada kasih Allah yang begitu menguasai diri Yesus Kristus. Memohon kasih Allah yang sepenuhnya dalam diri kita adalah titik awal dan pokok untuk dapat menjadi sahabat sejati bagi sesama.
Marilah kita mohon pada Yesus, Sahabat Sejati kita semua, agar dianugerahi cinta Yesus yang menyatukan kita semua. Dalam Yesus kita bersatu. Dalam Yesus kita bersaudara. Yesuslah Sahabat dan Saudara kita semua, selalu dan selamanya.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
