keuskupanatambua.org – Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti termasuk salah satu paroki tua di Keuskupan Atambua. Paroki ini menjadi paroki induk untuk semua paroki yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara. Portugis menyertakan para misionaris dalam perjalanan misinya ke Timor.

Keuskupan Atambua
Gereja Paroki Noemuti (Photo: http://cdn2.tstatic.net)

Pada tahun 1662, ketika itu di Lisboa terjadi suatu persetujuan antara orang Belanda dan Portugis mengenai pembagian wilayah pulau Timor sebagai daerah jajahan. Kepada Belanda (VOC) diberikan kuasa atas daerah Timor Barat kecuali Noemuti dan Ambeno. Sedangkan Portugis diberi kuasa atas Timor Timur, termasuk Noemuti dan Ambeno di bagian Barat. VOC mengumumkan bahwa semua orang yang tetap beragama Katolik harus pindah ke daerah Portugis. Sedangkan di daerah VOC semua yang beragama Katolik harus dihapus dan diganti dengan agama Protestan-Calvinis.
Sejarah mencatat bahwa pada 31 Desember 1679, ada 16 orang misionaris Dominikan yang bekerja di misi Pulau Timor di antaranya seorang misionaris bernama Frei Manuel de Santo Yasinto yang bertugas di Noemuti, kemudian oleh Takhta Suci di Roma beliau diangkat menjadi Uskup Malaka dan ditahbiskan menjadi Uskup di Makao pada 1705.
Tahun 1718 Uskup Malaka datang ke Timor dan menetap di Lifao. Pada tahun 1755 Frei Gerardo de Santo Jose ditahbiskan menjadi Uskup. Kemudian beliau datang ke Lifao dan menjadikan Gereja Lifao sebagai Katedral dan tinggal di sana sampai meninggal dunia tahun 1762.
Sejarah juga mencatat bahwa pada 12 Maret 1920, Prefektur Apostolik Sunda Kecil ditingkatkan menjadi Vikariat Apostolik oleh Takhta Suci. Maka pada 20 April 1920, Mgr. Josefus, Uskup Malaka menyerahkan daerah Noemuti yang sejak tahun 1917 masuk pemerintahan Belanda secara yuridis masuk ke dalam Vikariat Apostolik Kepulauan Sunda Kecil. Mgr. Arnoldus Vestralen, SVD mengambil alih pelayanan di Stasi Noemuti. Dengan ini Stasi Noemuti melepaskan diri dari Lifao-Ambeno Keuskupan Malaka.
Pada 27 Mei 1925, Pater Anton Baun, SVD dan Pater Jan Smith, SVD membuka kembali Stasi di Noemuti untuk pelayanan umat di seluruh wilayah TTU. Pater Baun, SVD dilantik sebagai Pastor Paroki TTU pada 08 Agustus 1925. Catatan lain mengungkapkan bahwa pada Oktober 1929 pembangunan gereja Noemuti selesai dan selanjutnya pada November 1929, pemberkatan gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti oleh Mgr. Arnoldus Vestralen, SVD, Vikaris Apostolik Kepulauan Sunda Kecil saat itu. Pater I. van Harren, SVD yang baru tiba membantu Pater Baun, SVD di Noemuti, sedangkan Pater Smith, SVD pada tahun yang sama melayani di Kiupukan.

Ada sejumlah nama tokoh awam yang menjadi perintis berdirinya Paroki Noemuti, yakni Richardus Luis Sonbay (Raja Kerajaan Oenam di Noemuti) bersama para permaisurinya: Bi Fku Kune (Istri I) dan Margaretha da Costa (Istri II); Gaspar Koko Salem (Fetor Noemuti), Don Matheus da Costa dan Meol Crus.

Wilayah Paroki Noemuti sekarang memiliki batas-batas sebagai berikut: Utara berbatasan dengan Paroki Sasi dan Paroki Oeolo; Selatan berbatasan dengan Paroki Aryos Niki-Niki, Keuskupan Agung Kupang; Timur dengan Paroki Maubam; dan Barat berbatasan dengan Paroki Bijaepasu.
Paroki Noemuti memiliki sarana-sarana pendukung se-perti gedung gereja satu buah yaitu gereja pusat paroki dan 17 buah kapela permanen. Ada sebuah pastoran dengan kapasitas 10 kamar; sebuah gedung paroki; dua buah asrama Putera dan Puteri, dan dua buah Gua Maria yakni Gua Santa Maria Fatima Kote dan Gua Santa Maria Lourdes Haurakin di Oeperigi.

Di Paroki Noemuti juga sejak tahun 1970 telah berkarya para Suster Puteri Renya Rosari (PRR) dalam bidang pastoral pendidikan, pastoral kesehatan, pastoral asrama dan pastoral paroki. Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Keuangan Paroki sangat aktif berperan dalam karya pastoral paroki dari periode ke periode. Pada periode 2009-2012&2012-2015, sebagai Ketua I DPP adalah bapak Agustinus Musu; Ketua II, bapak Yulius Haumetan dan Ketua III, bapak Fransiskus Taimenas. Sedangkan di DKP sebagai Wakil Ketua adalah bapak Stefanus Kosat dibantu oleh bapak Fransiskus Rusae sebagai Sekretaris dan bapak Yosef Kefi sebagai bendahara. Berdasarkan SK Uskup Atambua No. 219/2015, Dewan Pastoral Paroki periode 2015-2018 adalah Ketua I, Yulius Haumetan; Ketua II, Fransiskus Taimenas, dan Ketua III, Emanuel Sapay; Sekretaris I, Yosef O. Bnani dan Sekretaris II, Maria Bernadetha Sa’u. Sedangkan Dewan Keuangan Paroki terdiri dari Wakil Ketua, Fransiskus Rusae; Sekretaris, Maximus Tuke, dan bendahara, Yoseph Kefi.

Organisasi-organisasi gerejawi yang ada dalam paroki adalah Legio Maria terdiri dari 1 (satu) kuria dan 4 (empat) presidium; Kelompok Persekutuan Doa Karismatik Katolik ter-diri dari 5 (lima) PDK dengan koordinator Sdr. Siprianus Kosat; Kelompok Orang tua para Imam, Bruder, Suster dan Seminaris, dengan ketuanya Bapak Fransiskus Taimenas; Kelompok THS-THM dengan koordinatornya sdr. Yohanes Arik; Persa-tuan Katekis Paroki dengan ketuanya Bapak Stefanus Kosat, S.Ag; dan sejumlah besar Orang Muda Katolik yang diketuai oleh sdr. Oktovianus Koa.

Berikut nama Pastor, Tahun Tugas dan jabatan di Paroki Noemuti:

P. A. Baun, SVD, 1925-1934, Paroki TTU.

P. J. Smith, SVD,1925-1929.

P. Verharren, SVD,1925-1929.

P. Nick van Ammers, SVD,1934; 1978-1979, 2 kali Pastor Paroki.

P. Th. Lavrijsen, SVD,1935-1945, Pastor Paroki.

P. C. Martens, SVD,1945-1950, Pastor Paroki.

P. V. Lechovic, SVD,1950-1953, Pastor Paroki.

P. H. Pfeffer, SVD, 1953-1963, Pastor Paroki.

P. Paul Goote SVD 1963-1967; 1982-1985, 2 kali Pastor Paroki.

P. Roger J. Riese SVD, 1967-1970;1976-1978; 2003-2004 3 kali Pastor Paroki.

P. R. S. Daschbach, SVD 1970-1973;1980-1982 2 kali Pastor Paroki.

P. J. Lanigan, SVD, 1973-1976, Pastor Paroki.

P. Noel Carrol, SVD, 1979-1980, Pastor Paroki.

RD. Hironimus Kore, 1985-1989, Pastor Paroki.

RD.Yonathas Nahak, 1989-1996, Pastor Paroki.

RD. Thomas Tahu, 1995-1996, Co-pastor paroki.

RD. Pius Nahak, 1996-1999, Pastor Paroki.

RD. Barnabas Natun, 1999-2003 Pastor Paroki.

RD. Maksi Amnanu, 2000-2007, Pastor Adminstrator.

RD. Yoris S. Giri, 2004-2005, Pastor Rekan.

RD. Gerardus Salu, 2007-2013, Pastor Paroki.

RD. Okto Taek, 2007-2008, Pastor Rekan.

RD.Yohanes P.Naben, 2008-2013, Pastor Rekan.

RD. Arnoldus Lema, 2013- Pastor Rekan.

Rm. Agustinus Berek, Pr 2014- Pastor Paroki.

Jumlah umat secara keseluruhan sesuai data tahun 2014 sebanyak 13.321 jiwa yang tersebar dalam 3.225 Kepala Keluarga, 26 Lingkungan dan 201 KUB. Ada 8 (delapan) SDK; 12 SDN; 1 (satu) SMPK; 5 (lima) SMPN dan 3 (tiga) SMA/K. Dalam pelayanan Ekaristi Hari Minggu dan Hari Raya, umat dilayani di tiga tempat yakni: Kote (Pusat Paroki), Kapela Naiola dan Kapela Oemeu. Kini Paroki Noemuti terus membenahi diri, di bawah Pastor Paroki Rm. Agustinus Berek, Pr sedang ber-upaya membangun gedung gereja dan pastoran yang baru dengan dua lantai.***Rm. Agustinus Berek, Pr.

Sumber:

Ziarah Pastoral Keuskupan Atambua dari Masa ke Masa (1938-2015), Yosef M.L. Hello, S.Pd, M.Hum.

Diedit oleh Admin Web Keuskupan Atambua (Tryles Neonnub)

SHARE