
KeuskupanAtambua.org – Pada 8 Februari 2026, SMA Swasta Seminari Lalian ambil bagian dalam lomba Bahasa Indonesia tingkat nasional yang diselenggarakan secara daring. Kompetisi ini melibatkan peserta didik dari berbagai daerah di Indonesia, dengan sistem pelaksanaan berbasis online yang juga mengikutsertakan guru pendamping.

SMA Seminari Lalian diwakili oleh Emanuel C. Lake, dengan pendampingan Rm. Arnoldus Lema, Pr. Selain sebagai guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Rm. Arnoldus juga menjalankan tugas sebagai Prefek atau Bapak Asrama. Keterlibatan guru dalam kompetisi ini dinilai penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan terarah dan berkelanjutan.

Partisipasi dalam ajang nasional ini menjadi bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan mutu akademik. Pihak sekolah melihat kompetisi bukan sekadar arena adu kemampuan, melainkan wahana pembentukan karakter belajar, daya juang, dan kepercayaan diri siswa. Literasi membaca, menulis, berbicara, dan mendengar menjadi perhatian utama, terutama di tengah kecenderungan menurunnya kualitas literasi generasi muda.
Fenomena tersebut disadari sebagai tantangan nyata dunia pendidikan. Di tengah arus digitalisasi, generasi muda kerap lebih akrab dengan gawai dibandingkan teks bacaan yang reflektif. Dampaknya tidak hanya pada keterampilan berbahasa, tetapi juga pada aspek humanitas dan sosialitas yang semakin melemah. Sekolah berupaya menjawab situasi ini melalui pembinaan literasi yang konsisten dan partisipasi aktif dalam berbagai kompetisi.
Hasil lomba yang diumumkan pada 9 Februari 2026 menghadirkan kabar menggembirakan. SMA Swasta Seminari Lalian berhasil meraih medali emas, piala, sertifikat, dan piagam penghargaan. Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus pemicu semangat bagi seluruh warga sekolah.

Praeses SMA Swasta Seminari Lalian, Rm. Hironimus Masu, Pr., dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya sikap proaktif dalam belajar. Ia mendorong guru dan siswa untuk terus mengasah diri serta memanfaatkan setiap kompetisi sebagai momentum peningkatan kualitas. Menurutnya, pertumbuhan akademik hanya mungkin tercapai melalui kerja sama, disiplin, dan komitmen bersama.
Ke depan, sekolah berharap semakin banyak siswa dan guru terlibat dalam kompetisi, baik di tingkat kabupaten maupun nasional. Upaya ini dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan demi membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Penulis: Aelredus R. Nahak & Yoseph A. Lopez. Editor: Rm. Yudel Neno
