
Lukas 8:15:”Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.”
Perumpamaan tentang penabur yang menaburkan benih hari ini mengingatkan kita akan keanekaragaman sikap hati kita terhadap firman Tuhan yang disampaikan kepada kita. Ada yang menolak, ada yang menerima tapi tidak berusaha menghayatinya atau membiarkan hal yang lain hidup sehingga melupakan Firman Tuhan itu. Penabur itu adalah Tuhan Yesus sendiri sedangkan benih itu adalah Sabda Allah. Berhasil atau tidaknya Firman yang ditaburkan itu, tergantung pada kebebasan dan tanggung jawab setiap orang yang menerima Firman itu. Apakah orang itu mau menghasilkan ataukah hanya sekedar mendengar lalu tidak ada usaha melaksanakan Firman itu, tergantung kepadanya.
Bagaimana dengan sikap Anda? Setiap pagi Firman menyapa kita, apakah ada tanggapannya dalam hidup sebagai buah Sabda? Ataukah ada hasilnya? Tuhan Yesus mengajak kita agar kita menjadikan hidup kita sebagai tempat yang subur yang bisa menghasilkan buah dari Firman kehidupan sehingga bisa dinikmati sesama kita mulai dari keluarga, tetangga dan tempat kerja kita. Sejauh mana kita sudah membantu Yesus untuk menebarkan Sabda-Nya kepada sesama kita?
Kita berdoa:” Tuhan Yesus kami bersyukur kepada-Mu atas Firman-Mu yang selalu menemani hidup kami. Semoga hidup kami menjadi tanah yang subur sehingga Firman-Mu dapat membuahkan hasil melimpah dalam hidup kami dan rela berbagi Firman kepada sesama kami. Amin”.
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
***Editor : Okto Klau
