
Santo Dominikus. Sumber: mb.com.ph
Kata orang bijak, salah satu resep panjang umur dan bahagia ialah mampu bersyukur atas hidup dan anugerah yang ada.
Syukur merupakan sebuah sikap beriman. Syukur berarti penegasan serta pengakuan atas daya hidup dan ketergantungan dari Yang Ilahi.
Yesus hidup dalam budaya manusia. Budaya mengajarkan kearifan dan kebijaksanaan dalam bersikap dan bertatalaku terhadap sesama dan alam, serta menata sikap hormat dan penghargaan atas nilai-nilai hidup setiap hari. Yesus menunjukkan keterlibatan dan kepedulian walau Ia sadar akan konsekuensi keberpihakan pada kebenaran. Keterlibatan dan kepedulian itu menyata meski sederhana.
Kerapkali kita kurang menaruh perhatian terhadap kebaikan dan kepedulian dari dan bagi sesama. Dengan pelbagai cara kita terbuai dalam keangkuhan pribadi maupun keangkuhan religius. Sikap syukur dan taat mampu mengajari kita untuk memiliki kerendahan hati sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus dalam hidup-Nya.
Hari ini Gereja memperingati Santo Dominikus, Pendiri Ordo Dominikan atau Ordo Predicatorum atau Ordo Pengkotbah, OP. Ia lahir di Kaleruega, Spanyol, tahun 1170. Kedua orangtuanya saleh dan taat beragama.
Semasa mudanya, ia sudah menunjukkan tanda-tanda kesucian dan semangat belajar tinggi. Pada usia 24 tahun, ia masuk biara di Osma dan tak lama kemudian ditahbiskan menjadi imam. Cinta dan pelayanannya yang tulus lahir dari doa kontemplatif yang dihayati hari demi hari.
Tahun 1215, Dominikus mendirikan sebuah Tarekat Religius, yang berciri kontemplatif dan aktif, yang kemudian diberi nama: Ordo Dominikan atau Ordo Predicatorum atau Ordo Pengkotbah, OP.
Para imam Dominikan berkotbah tentang iman yang benar, serta berusaha meluruskan kembali ajaran-ajaran sesat yang disebut bidaah yang berkembang pada masa itu. Mereka berhasil menyelamatkan orang-orang yang telah menjadi pengikut bidaah, baik melalui kotbah maupun dengan doa, teristimewa dengan doa Rosario.
Dominikus berkata, “Satu-satunya buku yang saya gunakan untuk menyiapkan kotbah adalah buku cinta yakni Injil Yesus Kristus.”
Dominikus meninggal dunia dalam usia 51 tahun di Bologna, Italia, 6 Agustus 1221 dan dinyatakan sebagai Santo oleh Paus Gregorius IX pada 13 Juli 1234.
Sebelum meninggal, Dominikus berpesan, “Tetaplah penuh dalam cinta kasih dan kerendahan hati dan janganlah tinggalkan kemiskinan!”
Tuhan Yesus, syukur kepada-Mu atas segala kasih yang boleh kami terima lewat teladan para kudus-Mu. Semoga teladan para kudus-Mu, membuat kami berani menjadi “cahaya” yang mau setia berdoa, bersyukur dan berbagi kasih-Mu setiap harinya. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Dalam Yesus, kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa,
Romo Eman Kiik Mau, Pr
