
Ilustrasi dari pikiranrakyat.com
Lukas 11:40-41 : “Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”
Sering kita lebih tertarik dengan yang tampang luar. Padahal tampang luar sering penuh dengan kepalsuan. Casing kadang indah padahal hanya penghias. Intinya ada pada isinya.
Banyak orang tertipu dengan tampang luar. Orang Farisi berpegang pada aturan taurat sebagai aturan tampang luar untuk menyatakan diri sebagai penganut agama yang setia. Yesus yang tidak mencuci tangan sebelum makan disoroti. Saat inilah yang digunakan Yesus untuk mengoreksi mereka, bahwa hati orang itu yang penting. Hati yang penuh belaskasihan, hati yang mengasihi Allah dan berbelaskasih dengan mengasihi sesama dalam perbuatan itu yang penting dan berkanan pada Allah.
Celakalah orang yang taat agama secara kelihatan tapi hatinya penuh kebusukan pada sesama . Kiranya teguran Yesus hari ini membantu kita untuk memiliki hati yang penuh kasih sebagai akar dari segala kegiatan agama kita dan pelayanan kita pada Tuhan bukan utamakan dalam mewujudkan aturan agama sebagai tampang fisik agar dipuji orang sebagai penganut agama yang baik.
Jangan karena lawan aturan agama nyawa manusia dihabisi seperti di Iran. Mari kita mewujudkan pesan Yesus ini dalam hidup kita. Seperti st.Yoh XXIII tokoh yang mengubah wajah Gereja kepada hati yang penuh belaskasihan dengan memulai konsili Vatikan II yang membawa perubahan dalam Gereja kita di dalam dunia.
Kita berdoa: “Allah Bapa di surga hati-Mu yang penuh kasih yang nyata dalam diri Yesus kiranya memenuhi juga hati kami, mengubah hati kami yang egois dan sombong. Biarlah oleh kasih-Mu yang menguasai hati kami dan mendorong kami untuk menjalankan perintah-Mu dalam keluarga dan karya kami. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.” St.Yohanes XXIII doakan kami.
Salam dan doa,
P. Vincentius Wun, SVD
