
Lukas 17:3:”Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.”
Tidak seorang pun sempurna hidupnya, demikian pula tidak ada satu keluarga pun yang luput dari kekurangan dan kelemahan manusiawi anggotanya. Karena itu saling menegur itu penting dalam hidup bersama. Yesus menasihatkan agar kita berani menegur jika ada yang bersalah dan kalau ia bertobat, ampuni dia. Sering kita takut menegur karena yang bersalah biasanya tidak mau mengakui kesalahannya. Dia membela diri dan bahkan marah untuk menutupi kesalahannya. Orang seperti ini tidak jujur dan rendah hati. Teguran itu suara Tuhan. Kita harus berani mengakui kesalahan dan berani bertobat. Selain itu yang menegur juga harus berani mengampuni bukan menyimpan dan mengungkit terus kesalahan sesama walaupun ia sudah bertobat.
Bisakah kita menghayati pesan Tuhan ini dalam keluarga kita? Kita berdoa:” Tuhan Yesus semoga kami menjadi orang yang siap menerima teguran dan siap mengampuni sesama kami. Amin.”
Salam dan doa.
P. Vincentius Wun, SVD
**Editor : Okto Klau
