
Romo Emanuel Kiik Mau, Pr (Sekretaris Komisi Liturgi Keuskupan Atambua)
Verbum est Evangelicum: Kata menjadi Kabar Baik.
Itulah semangat Fransiskus Xaverius.
Selama 12 tahun, 1540-1552, Fransiskus Xaverius menjelajahi India, Indonesia, Jepang dan Cina untuk mewartakan Injil. Ia meninggal di Shangchuan Cina dan diangkat sebagai Pelindung Misi atau Pewartaan Injil.
Injil berasal dari bahasa Yunani, Euangelion, yang artinya kabar baik.
Ada ciri kabar baik, antara lain:
1. Kasih:
Motto Jesuit yang ikut dirintis bersama 6 sahabatnya, “AMDG” – Ad Maiorem Dei Gloriam, semua demi besarnya kemuliaan Tuhan.
Ia meninggalkan semua demi kasihnya pada Tuhan dan keselamatan jiwa agar nama Tuhan semakin dimuliakan. Caritas Christi Urget Nos: Kasih Kristus yang mendorong kami.
2. Sabar:
Ia belajar bahasa dan budaya setempat dari India, Jepang, Malaka, Amboina dan pulau lain termasuk Ternate dan Moro. Ia juga harus keluar masuk hutan, menunggu kapal dan mengarungi samudra. Ia juga mengajarkan banyak doa dan aneka tradisi Katolik. Ada pun salah satu semboyan yang diingatnya ialah, “Ite Inflammate Omnia” – “Go set the world alight”- dan kobarkan api Tuhan ke seluruh dunia. Ini semua butuh kesabaran yang luar biasa. Sabar terhadap diri sendiri, terhadap sesama yang pasti sabar terhadap rencana Tuhan.
3. Bahagia Ikut Kristus:
Fransiskus Xaverius punya otak yang cemerlang, terutama latar belakangnya sebagai bangsawan dan mahasiswa yang brilian di Universitas Sorbonne Paris. Tetapi kepandaian, kebangsawanan dan kekayaannya diserahkan hanya kepada Tuhan, karena ia bahagia ikut Kristus. Semboyannya, “Apa gunanya orang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan jiwanya?”
Rasul Paulus melukiskan bagaimana pewartaan kabar gembira itu menjadi keharusan baginya bahkan menganggap dirinya celaka apabila tidak mewartakan Injil. Pewartaan Injil bukan untuk membanggakan diri apalagi mencari upah dan pujian, melainkan upaya penyelamatan banyak orang (1 Kor 9:16-9.22-23).
Kita semua dipanggil untuk menjadi pewarta Injil. “Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil!” (Mrk 16:15). Kita wartakan Kristus yang bangkit agar setiap orang menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan (Mrk 16:15-20).
Hari ini Umat Katolik Paroki Santo Fransiskus Xaveius Bolan Dekenat Malaka Keuskupan Atambua bersukacita. Sukacita dan kegembiraan besar karena kedatangan Yang Mulia Bapak Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo, dalam rangka pemberkatan Gereja Santo Andreas Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan. Tema Misa Perayaan Pemberkatan Gereja Santi Andreas Bolan, Yesus : Bait Kudus Allah, Misionaris Sejati
Gereja Santo Andreas Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan merupakan gereja yang bagus dan megah perkasa yang dibangun dengan penuh kasih dan sukacita oleh Donatur Utama – Bapak Andreas Sofiandi dan sejumlah besar donatur lainnya.
Kita berdoa bersama supaya Gereja Santo Andreas Paroki Santo Fransiskus Xaverius Bolan yang diberkati hari ini sungguh menjadi Rumah Tuhan – Rumah Doa, supaya dengan demikian kita semua semakin mencintai dan mengasihi Tuhan.
Bapak Kardinal Suharyo akan memberkati Gereja Paroki Bolan dan menyerahkannya dalam perlindungan Santo Andreas.
Tuhan Yesus, berilah kami kekuatan dan semangat dalam mewartakan Injil. Santo Fransiskus Xaverius, doakanlah kami. Amin.
Selamat pagi dan selamat hari baru. Selamat merayakan Pesta Santo Fransiskus Xavius, Imam dan Pelindung Karya Misi. Dalam Yesus kita bersaudara. Tuhan memberkati.
Salam Kasih dan Doa
Romo Eman Kiik Mau, Pr
