Sumber Gambar : superbookindonesia.com
Lukas 6:13:”Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul : …”
Yudas ini Yudas yang dikenal sebagai Thadeus. Dia ini pelindung santu yang tidak mampu. Secara manusiawi ia tidak mampu bekerja sama dengan para rasul lainnya. Simon orang Zelot dari kelompok teroris yang berontak melawan penjajah Roma agar Israel dibebaskan dipanggil Yesus jadi murid-Nya. Anda bayangkan Yesus juga memanggil Mateus orang yang kerja sama dengan penjajah sebagai pemungut pajak. Komentar Paus Benediktus XIV: “Simon beda dengan Mateus dipanggil jadi murid Yesus tanpa membedakan latar belakang sosial agama. Yang istimewa sebagai pengikut Yesus, mereka beda tapi bisa dihimpun Yesus dan hidup bersama.
Ini adalah suatu ajaran bagi kita yang lebih mengutamakan perbedaan sampai melupakan bahwa dalam Yesus kita diberi kekuatan untuk menjadi lebih baik dalam konflik terus-menerus di antara kita. Bisakah kita mengusahakan kerjasama walaupun beda status sosial, kemampuan, beda watak, agama, dan lain-lain? Bisakah kita menjaga kerukunan dalam hidup keluarga kita walau berbeda pendapat, berbeda watak dan lain-lain? Biasanya kita juga lupa bahwa Yesus bisa merukunkan kita.
Kita berdoa: “Tuhan Yesus teguhkan kami agar kami lebih mengutamakan kuasa-Mu yang menyatukan kami dalam perbedaan dan merukunkan keluarga kami saat ada pertentangan agar kami hidup rukun dan damai. Juga dalam hidup berkelompok bahkan di mana kami berada bersama orang lain. Kuatkan kami,bimbinglah kami selalu. Amin.”
Salam dan doa.
P. Vincentius wun, SVD
**Editor : Okto Klau
