
KEFAMENANU — KeuskupanAtambua.org – Panitia Tahbisan Imam Baru Keuskupan Atambua menggelar rapat koordinasi di Aula Dekenat Santa Theresia Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Minggu (8/11/2026). Rapat yang dipimpin Ketua Umum Panitia, Joseph Kuabib, tersebut difokuskan pada pematangan persiapan teknis melalui koordinasi antarseksi menjelang pentahbisan 15 diakon menjadi imam yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (21/11/2026) di Pusat Dekenat Santa Theresia Kefamenanu.

Rapat tersebut dihadiri para koordinator seksi beserta anggota, serta sejumlah pihak yang terlibat dalam kerja sama penyelenggaraan tahbisan. Pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya memastikan seluruh kebutuhan dan tahapan persiapan dapat diselesaikan secara terkoordinasi menjelang pelaksanaan tahbisan yang tinggal 13 hari lagi.

Mengawali pertemuan, Deken Kefamenanu sekaligus Pastor Paroki Santa Theresia, Rm. Kanis Oki, Pr., menekankan pentingnya kerja sama, koordinasi, dan tanggung jawab bersama seluruh unsur kepanitiaan dalam menyukseskan perayaan tahbisan imam baru.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan tahbisan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh seksi, baik dalam mempersiapkan kebutuhan teknis maupun memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik.
Dalam arahannya, Rm. Kanis juga menyampaikan harapan Uskup Atambua terkait persiapan seni liturgi dalam perayaan tahbisan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian penting panitia mengingat tahbisan imam merupakan perayaan sakramental yang menuntut persiapan liturgis secara matang.
Seusai arahan pembuka, rapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis yang dipandu Ketua Umum Panitia, Joseph Kuabib.
Dalam proses pembahasan, Joseph memberikan kesempatan kepada setiap koordinator seksi untuk menyampaikan perkembangan persiapan, kebutuhan teknis, serta berbagai hal yang masih memerlukan penanganan menjelang pelaksanaan tahbisan.
Pembahasan dilakukan secara bergiliran dari satu seksi ke seksi lainnya. Selain mendengarkan laporan perkembangan, rapat juga menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan koordinasi bersama mitra kerja masing-masing seksi.
Melalui mekanisme tersebut, panitia berupaya memetakan kesiapan setiap bidang sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang harus segera ditindaklanjuti.
Koordinasi antarseksi menjadi perhatian utama mengingat pelaksanaan tahbisan semakin dekat. Dengan waktu persiapan yang tersisa kurang dari dua pekan, seluruh unsur kepanitiaan diharapkan dapat memastikan kesiapan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Sementara itu, salah satu aspek persiapan yang turut mendapat perhatian adalah penyelesaian pengerjaan gedung Gereja Santa Theresia Kefamenanu yang saat ini masih berlangsung.
Terkait hal tersebut, Rm. Kanis Oki memastikan bahwa pengerjaan gedung gereja ditargetkan selesai pada pekan depan, sebelum pelaksanaan tahbisan.
Kepastian mengenai target penyelesaian pengerjaan gereja tersebut menjadi bagian penting dari persiapan, mengingat kompleks Pusat Dekenat Santa Theresia Kefamenanu akan menjadi lokasi penyelenggaraan tahbisan.
Untuk diketahui, sebanyak 15 diakon Keuskupan Atambua dijadwalkan menerima tahbisan imam pada 21 November 2026.
Sesuai rancangan kegiatan, para diakon dijadwalkan telah berada di Noemeto pada Kamis (19/11/2026). Selanjutnya, seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung berdasarkan pengaturan dan arahan teknis yang telah disiapkan panitia hingga berlangsungnya perayaan pentahbisan dalam Ekaristi yang akan dimulai pada pkl. 08.30 WITA.
Dengan demikian, rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk mematangkan persiapan akhir, memperkuat komunikasi antarseksi, serta memastikan seluruh unsur yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Melalui koordinasi yang intensif dan kerja sama seluruh pihak, panitia berharap perayaan tahbisan 15 imam baru Keuskupan Atambua dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan seluruh ketentuan liturgis yang berlaku.

