
Mena, KeuskupanAtambua.org- laporan RD. Yudel Neno – Di depan ratusan Pelajar se-Dekenat Mena, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr angkat bicara tentang pentingnya CALISTUNGKIRAAJA (baCA tuLIS hiTUNG piKIr bicaRA doA kerJA).

Akronim CALISTUNGKIRAAJA, diungkapkan Bapak Uskup sebagai wujud perayaan hidup yang holistik atau menyeluruh dengan platform pendidikan plus.

Rekoleksi berlangsung di Aula Dekenat Mena, Sabtu, 24/02/2024 dihadiri para Pelajar dari SMP dan SMA se-Dekenat Mena.

Rekoleksi bagian dua sesi. Sesi pertama berupa renungan mimbar dan sesi kedua berupa dialog Bapak Uskup bersama para Pelajar yang hadir.

Pada sesi pertama, Bapak Uskup memberikan pencerahan tentang ekologi ekologi dalam semangat kemiskinan yang memperkaya. Pada sesi kedua, Bapak Uskup berbicara tentang pendidikan plus.
Tentang pendidikan plus, Bapak Uskup mencetuskan akronim CALISTUNGKIRAAJA (baCA tuLIS hiTUNG piKIr bicaRA doA kerJA). Dalam kaitan dengan akronim ini, beberapa sumber belajar disebut Bapak Uskup, yaitu Guru, Buku-Perpustakaan, Pengalaman, Relasi (Sosial) – Jaringan (Digital), dan Kehidupan. Menurut Uskup Domi, sekolah yang paling sulit adalah sekolah kehidupan, dan bukan pada sekolah secara formal. Oleh karena itu, tambah Mgr. Domi, untuk memberantasnya, sangat diperlukan pola hidup, pola pikir dan pola tindak holistik. Pola ala holistik inilah yang disebut Bapak Uskup dengan istilah CALISTUNGKIRAAJA.
Rekoleksi berlangsung dari pukul 09.30 WITA hingga pukul 13.30. pada sesi dialog, kegiatan dimoderasi oleh Rm. Yudel Neno, Pr. Tanya jawab berlangsung baik. Bapak Uskup mengapresiasi lima siswa penanya atas pertanyaan yang dinilai Bapak Uskup sinkron karena sesuai dengan materi yang disampaikan dan permasalahan yang dihadapi.
Untuk diketahui, Rekoleksi Kategorial di Dekenat Mena, berlangsung selama dua hari; pada hari Jumat, 23 sebagai hari pertama dan Sabtu, 24, hari ini, Februari 2024 sebagai hari ini kedua. Kedua hari rekoleksi dibimbing oleh Bapak Uskup sendiri.
