Emaus, keuskupanatambua.org– Tim kerja Keuskupan Atambua menyelenggarakan pertemuan terbatas di aula Emaus, Rabu, (15/4/2020) untuk membahas masalah pandemi virus corona.

Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Vincentius Wun, SVD saat hadir dalam pertemuan ini menyampaikan secara tegas pesan Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr.
Ia mengatakan bahwa masalah penyebaran virus corona menjadi tanggung jawab bersama. Tidak semata pemerintah tapi juga Gereja harus terlibat dengan berbagai cara demi pencegahan terhadap penularan covid-19 ini.
“Bapa Uskup menyampaikan secara tegas perlunya langkah preventif terhadap masalah penyebaran virus corona. Gereja perlu terlibat. Kita tidak hanya bersuara tapi perlu langkah nyata dalam memutuskan rantai penyebaran covid-19 ini,” katanya.
Ketua Tim Peduli Covid-19 Keuskupan Atambua, Romo Urbanus Hala, Pr menggambarkan perlunya kerja sama tim yang solid dalam keikutsertaan kita untuk menangani masalah ini. Baginya kehadiran tim kerja ini sebagai langkah nyata menindaklanjuti seruan Bapa Uskup Atambua agar Gereja juga perlu mengambil langkah tepat untuk penanganan masalah penyebaran covid-19 di Keuskupan Atambua.
“Tugas dari tim kerja ini dengan membagikan apa yang sangat dibutuhkan masyarakat kita. Salah satu langkah yang ditempuh yakni dengan membagikan masker, sembako dan kebutuhan lain yang sangat mendesak demi pemutusan rantai penyebaran virus corona,” tuturnya.
Kerja sama tim juga dari beberapa lembaga terkait yakni yayasan Caritas Jakarta, Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Atambua serta dana sosial dari Keuskupan.
Sasaran dari pembagian kebutuhan ini akan ditujukan pada beberapa titik yang sangat mendesak seperti di dalam kota Atambua dan Desa Silawan.
Hingga saat ini persediaan masker sudah mencapai jumlah seribu dan akan terus diadakan lagi untuk dibagikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan. (RI 01)
