
Renungan Serial, KeuskupanAtambua.org – Pewarta Api Kasih – oleh Rm. Eman Kiik Mau, Pr

Renungan
Sungguh keras kata-kata Yesus. Yesus datang membawa api. Bahkan api itu bisa membakar semangat persatuan dalam keluarga. Yesus bawa api. Bukan api yang membakar manusia. Kehadiran Yesus menggoncang kenyamanan kehidupan beragama pada zaman itu. Tak heran jika kelompok elit seperti penafsir hukum Taurat, orang Farisi merasa terusik. Ini hanya sebagian dari lidah api yang Yesus bawa. Api itu betul-betul membakar semangat jiwa para perusak kehidupan bersama. Sebut saja kelompok pemeras pajak dan sebagainya. Mereka tentu akan merasa panas oleh api kebenaran dan kejujuran yang Yesus bawa. Inilah api yang memurnikan kehidupan bersama.
Ini tentu tidak mudah. Kita di zaman ini pun pasti merasa sulit. Mewartakan kebenaran yang Yesus tawarkan. Banyak yang terusik. Dunia benci ajaran Yesus. Pengikut Yesus pun dibunuh. Para Martir selalu muncul di setiap zaman. Manusia dibunuh karena menawarkan kebenaran dari Yesus. Pilihan untuk kita hanya dua. Nekat membawa api itu. Atau tinggal diam dalam ketakutan yang akut. Yesus menginginkan kita untuk berpaling hanya pada-Nya dan tidak takut membawa kebenaran-Nya. Tentu dengan konsekuensinya yakni menerobos api penolakan. Nyawa pun kadang tak dipertahankan. Tapi kalau mau diam saja ya tidak perlu repot. Biarkan nama tetap Katolik, hati dan pikiran tidak. Ini yang paling tidak disukai oleh Yesus. Mari menjadi api, yang memurnikan kehidupan pribadi dan sesama.
Roh Kudus dalam Alkitab seringkali digambarkan dengan nyala api. Setelah sengsara dan kenaikan-Nya ke surga,Yesus mengutus Roh Kudus atas orang-orang yang dikasihi-Nya. Mereka yang menerima Roh Kudus dan mewartakan sabda Yesus tidak lantas hidup dengan damai, karena ajaran-ajaran Yesus sungguh sangat bertentangan dengan dunia. Ke-7 karunia Roh Kudus yakni kebijaksanaan, Pengertian, Nasihat, Pengetahuan, Kesalehan, Keperkasaan dan Takut akan Allah, semuanya itu berlawanan dengan nilai yang ditawarkan dunia. Betapa Yesus menginginkan nyala api Roh Kudus tetap menyala di muka bumi ini. Semoga api hati kita tetap menyala.
Niat
Saya mau menghidupi 7 Karunia Roh Kudus dalam ziarah hidup.
Doa
Tuhan, Utuslah Roh Kudus-Mu menjiwai hidup kami selamanya. Amin
Editor – Yosef Hello – Published by Yudel Neno

