Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Pewarta Api Kasih
  • Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Tujuh Tahun dan Solidaritas Umat
  • Hadiri Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Bupati Malaka Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat dan Pembangunan SDM
  • Tahbiskan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Uskup Atambua Ajak Umat Membangun Kekudusan Hidup
  • Umat Paroki Kotafoun Bersukacita Mendapatkan Gereja Baru
  • Setia dalam Kepercayaan
  • Berjaga dalam Kesetiaan
  • Syukur 40 Tahun Romo Alo Kosat, Uskup Atambua Urai Ketahanan Imamat dalam Kesetiaan yang Total
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita»Umat Paroki Kotafoun Bersukacita Mendapatkan Gereja Baru
Berita

Umat Paroki Kotafoun Bersukacita Mendapatkan Gereja Baru

Pentahbisan Gedung Gereja Santa Sesilia Kotafoun
Sponsored By: Komsos Keuskupan Atambua Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026No Comments9 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Kotafoun, KeuskupanAtambua.org — Ribuan umat Katolik Paroki Santa Sesilia Kotafoun, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bersukacita menyambut pentahbisan gedung gereja baru yang dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, Selasa (20/10/2026). Perayaan tersebut menjadi puncak perjuangan umat selama kurang lebih tujuh tahun membangun rumah ibadat melalui swadaya, semangat gotong royong, serta dukungan pemerintah dan berbagai pihak. Dalam perayaan tersebut, Uskup Atambua mengingatkan bahwa kehadiran gedung gereja baru harus menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan iman, membangun kekudusan, dan mempererat persekutuan umat.

Perayaan Ekaristi pentahbisan berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri para imam, diakon, frater, suster, serta ribuan umat yang datang dari berbagai wilayah pelayanan paroki. Hadir pula Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTT, Priscila Parera, anggota DPRD Provinsi NTT Agustinus Nahak, serta sejumlah pejabat pemerintah dari Kabupaten Malaka, Belu, dan Timor Tengah Utara.

Dalam pengantar perayaan Ekaristi, Mgr. Dominikus Saku menyampaikan kegembiraannya atas keberhasilan umat Paroki Santa Sesilia Kotafoun menyelesaikan pembangunan gedung gereja yang telah lama diperjuangkan bersama.

Menurut Uskup, keberadaan gedung gereja baru merupakan sarana penting untuk menopang kehidupan rohani dan memperkuat persatuan umat. Melalui Sabda Allah dan pelayanan sakramen-sakramen Gereja, umat diharapkan memperoleh kekuatan untuk menghayati dan mengamalkan iman Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa gereja yang ditahbiskan bukan sekadar bangunan fisik untuk menyelenggarakan kegiatan keagamaan, melainkan rumah Allah yang harus menjadi pusat pertumbuhan iman dan pembaruan kehidupan umat.

Dalam homilinya, Uskup Atambua secara khusus mengapresiasi perjuangan Pastor Paroki Santa Sesilia Kotafoun, Romo Baltasar Seran, Pr, bersama seluruh umat yang telah menunjukkan ketekunan dan kesetiaan selama proses pembangunan berlangsung.

Mgr. Dominikus Saku mengenang pertemuan awal bersama Romo Bala dan sejumlah utusan paroki yang datang menyampaikan rencana pembangunan gereja. Ketika itu, ia memberikan tantangan agar pembangunan dilaksanakan dengan perencanaan yang matang dan dapat diselesaikan dalam waktu yang terukur.

Menurut Uskup, tantangan tersebut akhirnya dijawab melalui kerja keras pastor dan umat yang berhasil menyelesaikan pembangunan dalam waktu kurang dari 20 tahun.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan bukti nyata dari semangat kebersamaan dan kesediaan berkorban demi kepentingan Gereja.

Dalam refleksi teologisnya, Uskup menegaskan bahwa Yesus Kristus merupakan fondasi utama kehidupan Gereja. Karena itu, pembangunan gedung gereja harus selalu dihubungkan dengan tanggung jawab umat untuk membangun kehidupan iman yang kokoh.

Ia mengingatkan bahwa seluruh umat beriman memiliki martabat sebagai bangsa yang kudus dan umat pilihan Allah. Melalui rahmat pembaptisan, setiap orang beriman mengambil bagian dalam imamat rajawi Kristus dan dipanggil untuk menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kaitan tersebut, Uskup mengajak umat menjadikan perayaan Ekaristi sebagai pusat kehidupan beriman, terutama melalui kesetiaan mengikuti perayaan Ekaristi pada hari Minggu.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesucian rumah Allah dari berbagai bentuk penyalahgunaan.

Dengan merujuk pada kisah Yesus membersihkan Bait Allah di Yerusalem, Uskup mengingatkan bahwa tempat ibadat tidak boleh dijadikan sarana manipulasi atau mencari keuntungan pribadi yang merugikan sesama.

Menurut dia, penghormatan kepada Allah yang Mahakudus harus diwujudkan melalui kesucian hati, kejujuran, dan kelurusan perilaku.

Karena itu, keberhasilan membangun gedung gereja yang megah harus diikuti dengan komitmen untuk membangun kehidupan umat yang semakin mencerminkan nilai-nilai Kristiani.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Manuel, dalam laporan pertanggungjawabannya menjelaskan bahwa pembangunan gedung gereja dilatarbelakangi oleh pertumbuhan jumlah umat yang membutuhkan fasilitas peribadatan lebih representatif, aman, dan nyaman.

Menurut Manuel, panitia pembangunan dibentuk pada 2017 berdasarkan keputusan pastor paroki. Pembangunan fisik kemudian dimulai pada 19 Oktober 2019, ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua.

Pembangunan berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun dengan menggunakan sistem swakelola dan dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan panitia.

Ia menjelaskan bahwa sumber utama pembiayaan berasal dari kontribusi umat melalui sumbangan wajib tahunan dan gerakan solidaritas bulanan.

Keluarga petani memberikan sumbangan wajib sebesar Rp.200.000 per tahun, sedangkan keluarga pegawai negeri sipil sebesar Rp.500.000 per tahun. Selain itu, umat juga mengembangkan gerakan solidaritas bulanan sebesar Rp.2.000 per jiwa bagi keluarga petani dan Rp.5.000 per jiwa bagi keluarga pegawai negeri sipil.

Gerakan tersebut berlangsung selama kurang lebih enam tahun dan menjadi salah satu sumber pendanaan yang menopang keberlanjutan pembangunan.

Selain kontribusi umat, panitia memperoleh dana melalui derma khusus dalam perayaan Ekaristi, kegiatan lelang, bantuan donatur, serta dukungan Pemerintah Kabupaten Malaka.

Dalam laporan keuangannya, Manuel menyebutkan bahwa sumbangan wajib umat yang dihimpun melalui enam tahap mencapai Rp1.665.120.000. Sementara itu, gerakan solidaritas bulanan menghasilkan Rp.94.600.000, derma khusus pembangunan sebesar Rp.220.734.000, kegiatan lelang sebesar Rp.483.976.000, dan bantuan donatur sebesar Rp.264.846.500.

Pemerintah Kabupaten Malaka turut memberikan dukungan dana hibah sebesar Rp.500 juta pada 2018.

Manuel melaporkan bahwa pengeluaran pembangunan hingga 11 Oktober 2026 mencapai Rp.3.994.508.000.

Selain dana tunai, pembangunan juga memperoleh bantuan dalam bentuk berbagai perlengkapan gereja dari sejumlah donatur.

Salah satu kontribusi terbesar diberikan oleh Andreas Sofyandi yang membantu penyediaan meja altar, mimbar, granit, patung, lampu, sistem tata suara, tabernakel, serta berbagai perlengkapan lainnya.

Nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai Rp.1,5 miliar hingga Rp.2 miliar. Dengan memperhitungkan bantuan barang tersebut, keseluruhan nilai pembangunan dan perlengkapan gereja diperkirakan melampaui Rp.5 miliar.

Manuel menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat, para imam, pemerintah daerah, donatur, lembaga koperasi, serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses pembangunan berlangsung.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Romo Baltasar Seran, Pr, bersama Romo Emanuel Nautu, Pr, dan Romo Victorius Frenki, Pr, yang telah mendampingi panitia dalam berbagai tahap pembangunan.

Menurut Manuel, keberhasilan pembangunan gereja merupakan buah dari kesetiaan umat dalam memberikan kontribusi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, menyampaikan apresiasi terhadap semangat solidaritas umat Paroki Santa Sesilia Kotafoun yang berhasil menyelesaikan pembangunan gedung gereja melalui kerja sama dan pengorbanan bersama.

Menurut Bupati, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi besar untuk membangun berbagai fasilitas pelayanan apabila memperoleh pendampingan dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan partisipasi bersama.

Ia secara khusus memuji kepemimpinan Romo Bala yang dinilainya berhasil menggerakkan umat untuk memberikan kontribusi secara berkelanjutan.

Stefanus Bria Seran juga mengapresiasi laporan pertanggungjawaban panitia yang dinilainya menunjukkan keterbukaan dalam pengelolaan dana pembangunan.

Menurut dia, transparansi merupakan unsur penting dalam setiap kegiatan pembangunan yang melibatkan kontribusi masyarakat.

Ia bahkan menilai bahwa pola pertanggungjawaban yang dilakukan panitia dapat menjadi contoh bagi berbagai kegiatan pembangunan, termasuk dalam lingkungan pemerintahan.

Bupati Malaka juga mengenang proses awal pembangunan ketika Romo Bala datang menyampaikan kebutuhan dana untuk memulai pekerjaan konstruksi.

Menurut dia, pada saat itu umat telah menghimpun dana mendekati Rp.500 juta. Pemerintah Kabupaten Malaka kemudian memberikan dukungan sebesar Rp.500 juta sehingga modal awal pembangunan dapat mencapai sekitar Rp. 1 miliar.

Dukungan tersebut diberikan meskipun pemerintah daerah masih menghadapi berbagai kebutuhan pembangunan sebagai daerah otonom yang relatif baru.

Menurut Bupati, pembangunan fasilitas keagamaan merupakan bagian dari kebutuhan masyarakat yang perlu memperoleh perhatian pemerintah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Selain memberikan apresiasi terhadap keberhasilan pembangunan, Stefanus Bria Seran mengingatkan umat agar menjaga dan merawat gedung gereja yang baru ditahbiskan.

Ia berharap gedung tersebut memiliki ketahanan hingga 100 tahun sehingga dapat terus digunakan oleh generasi umat berikutnya.

Menurut dia, pembangunan gedung gereja harus dilakukan dengan perencanaan jangka panjang agar sumber daya yang tersedia pada masa mendatang dapat diarahkan untuk kebutuhan pelayanan lainnya.

Dalam kaitan tersebut, Bupati Malaka mengajak para pastor dan umat untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan sumber daya manusia setelah pembangunan fisik gereja diselesaikan.

Ia menegaskan bahwa keberadaan gedung gereja yang baik harus diikuti dengan pembinaan iman, pendidikan, pembentukan karakter, serta pengembangan generasi muda.

Menurut dia, pembangunan fasilitas fisik dan peningkatan kualitas manusia merupakan dua tanggung jawab yang harus berjalan bersama.

Bupati juga mengajak keluarga-keluarga Katolik untuk mendukung tumbuhnya panggilan menjadi imam dan anggota hidup bakti sebagai bagian dari upaya menjamin kesinambungan pelayanan Gereja.

Selain itu, ia mengingatkan agar gedung gereja lama tidak dibongkar setelah gedung baru digunakan.

Menurut dia, bangunan lama masih dapat dimanfaatkan sebagai aula atau fasilitas serbaguna untuk kegiatan pembinaan umat, pertemuan, serta berbagai aktivitas sosial lainnya.

Ia menilai bahwa pembangunan fasilitas baru seharusnya menambah sarana pelayanan yang tersedia, bukan menghilangkan bangunan lama yang masih memiliki nilai guna.

Sementara itu, dalam sambutannya pada akhir perayaan, Mgr. Dominikus Saku kembali menyampaikan penghargaan kepada Romo Bala, panitia pembangunan, umat, pemerintah daerah, serta seluruh donatur yang telah mendukung penyelesaian pembangunan gereja.

Uskup mengungkapkan kegembiraannya karena perjuangan panjang umat akhirnya menghasilkan sebuah gedung gereja yang dapat dipersembahkan kepada Tuhan.

Ia juga menegaskan pentingnya mempertahankan gedung gereja lama sebagai aset paroki yang dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kegiatan pastoral.

Menurut Uskup, keberhasilan pembangunan gedung gereja baru harus menjadi sumber semangat untuk melanjutkan pengembangan pelayanan di wilayah-wilayah paroki yang masih membutuhkan perhatian.

Dalam kesempatan tersebut, Mgr. Dominikus Saku turut menyinggung rencana pelayanan Sakramen Penguatan atau Krisma yang akan berlangsung pada Rabu (21/10/2026) di gereja yang baru ditahbiskan.

Ia berharap para penerima Krisma semakin bertumbuh dalam kedewasaan iman dan mampu memberikan kesaksian Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

Uskup juga mengingatkan bahwa sejumlah paroki di Keuskupan Atambua, termasuk Kotafoun, masih memiliki wilayah pelayanan yang luas sehingga membutuhkan perhatian terhadap penataan dan pengembangan pelayanan pastoral.

Dalam hubungan tersebut, ia menyampaikan harapan terhadap rencana tahbisan 15 calon imam diosesan pada 21 November 2026.

Kehadiran imam-imam baru diharapkan dapat memperkuat pelayanan pastoral dan membuka kemungkinan pengembangan wilayah-wilayah paroki yang memiliki cakupan pelayanan besar.

Mgr. Dominikus Saku juga mengajak umat untuk terus mendukung tumbuhnya panggilan imamat dan kehidupan membiara agar Gereja senantiasa memiliki tenaga pelayanan yang memadai.

Pada bagian akhir sambutannya, Uskup menegaskan bahwa selesainya pembangunan Gereja Santa Sesilia Kotafoun tidak berarti berakhirnya tanggung jawab umat dalam membangun kehidupan Gereja.

Sebaliknya, keberhasilan tersebut harus menjadi titik awal untuk memperkuat persekutuan, meningkatkan partisipasi umat, serta mengembangkan pelayanan yang semakin menjangkau seluruh wilayah paroki.

Ia berharap agar semangat gotong royong yang telah ditunjukkan selama proses pembangunan tetap dipertahankan dalam berbagai kegiatan pastoral pada masa mendatang.

Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun akhirnya menjadi momentum syukur atas keberhasilan perjuangan panjang umat yang berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun.

Gedung gereja yang kini telah ditahbiskan bukan hanya hasil pekerjaan konstruksi, melainkan juga buah dari pengorbanan, kesetiaan, dan semangat persaudaraan yang dipelihara secara konsisten oleh seluruh umat.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kerja sama antara pastor, umat, pemerintah daerah, lembaga sosial ekonomi, dan para donatur dalam mendukung pembangunan fasilitas pelayanan keagamaan.

Bagi umat Paroki Santa Sesilia Kotafoun, kehadiran gedung gereja baru menjadi tanda nyata dari perjalanan iman yang dibangun melalui kebersamaan dan pengorbanan.

Namun, sebagaimana ditekankan Uskup Atambua dan Bupati Malaka, keberhasilan pembangunan fisik tersebut harus dilanjutkan dengan tanggung jawab untuk membangun kualitas kehidupan umat.

Gedung gereja yang megah perlu diimbangi dengan kehidupan iman yang semakin matang, persaudaraan yang semakin kuat, serta kesediaan untuk menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sosial.

Dengan demikian, sukacita umat Paroki Santa Sesilia Kotafoun atas pentahbisan gedung gereja baru bukan hanya merupakan ungkapan syukur atas selesainya pembangunan, tetapi juga menjadi awal dari komitmen baru untuk terus membangun Gereja sebagai persekutuan umat Allah yang hidup, bertumbuh dalam kekudusan, dan menghadirkan berkat bagi masyarakat.

oleh Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Tujuh Tahun dan Solidaritas Umat

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Hadiri Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Bupati Malaka Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat dan Pembangunan SDM

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Tahbiskan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Uskup Atambua Ajak Umat Membangun Kekudusan Hidup

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Syukur 40 Tahun Romo Alo Kosat, Uskup Atambua Urai Ketahanan Imamat dalam Kesetiaan yang Total

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 19, 2026

Syukur 40 Tahun Imamat: Romo Alo Kosat Ungkap Peran Keluarga dan Pentingnya Hidup Disiplin serta Sikap Tegas

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 19, 2026

Ret-Ret Gelombang V Usai, Peserta Pulang Membawa Semangat Baru

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 16, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Pewarta Api Kasih

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 22, 2026

Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Tujuh Tahun dan Solidaritas Umat

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Hadiri Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Bupati Malaka Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat dan Pembangunan SDM

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Tahbiskan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Uskup Atambua Ajak Umat Membangun Kekudusan Hidup

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Umat Paroki Kotafoun Bersukacita Mendapatkan Gereja Baru

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Setia dalam Kepercayaan

October 21, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?