Keuskupanatambua.org, Couples For Christ (CFC) sebagai Komunitas Pemerhati Keluarga merupakan bagian tak terpisahkan dari Komisi Keluarga mempunyai misi: “Keluarga Menyelamatkan…
Browsing: Berita Paroki
Misa Syukur Imam Baru dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2025, dan menjadi momen penting bagi umat Paroki Mena, khususnya bagi keluarga besar Pater Frido Amnunuh, CICM, kelak. Direncabakan untuk sementara, Misa dan acara ramah tamah akan berlangsung di Paroki Santa Filomena
Selain Misa Syukur, CU juga mengadakan aksi donor darah, kerja bakti dan bakti sosial di tiga kabupaten: Malaka, Belu, dan Timor Tengah Utara. Seluruh rangkaian ditutup dengan potong tumpeng, santap siang bersama, serta rekreasi penuh keakraban.
Dengan demikian, penutupan Bulan Maria di Gua Santa Filomena bukan sekadar ritual tahunan, tetapi menjadi momen pembaruan iman umat. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk meneladani Maria dalam kesetiaan kepada Allah, kerendahan hati, dan pelayanan tanpa pamrih kepada sesama.
Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua secara resmi melantik Badan Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Immaculata Katedral Atambua masa bakti 2025–2027, usai kegiatan animasi yang berlangsung pada Jumat, 30 Mei 2025. Pelantikan dipimpin oleh Rm. Yudelfianus Neno, Pr selaku Sekretaris Komisi Kepemudaan, dan berlangsung dalam perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Atambua.
Dengan penuh harapan dan semangat baru, pelantikan OMK Apafa 2025–2028 menjadi tonggak penting bagi keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Rm. Gusty menyampaikan bahwa pelaksanaan animasi dan pelantikan mendapat dukungan penuh dari Dewan Pastoral Paroki, Pastor Paroki, dan seluruh umat. Ia menegaskan bahwa Paroki Fafinesu memiliki komitmen kuat untuk mendampingi dan memberdayakan kaum muda sebagai bagian penting dari kehidupan menggereja.
Malam Kreasi yang bakal digelar pada Seminaris merupakan momentum sukacita, refleksi iman, dan solidaritas umat dalam mendukung perjalanan panjang pembinaan calon-calon imam, seraya membuka mata dan hati banyak orang untuk menanggapi panggilan Tuhan secara kreatif dan berani.
Sementara itu, di Kapela Tualaran, tim pendamping terdiri dari Rm. Erlando Afoan, Sr. Fransiska SJMJ, dan Ibu Floren Bouk dengan peserta dari enam lingkungan dan enam sekolah.
Menurutnya, anggota SMGM pun dipanggil untuk menjadi “peziarah pengharapan” melalui prinsip pelayanan 5M: mengunjungi, mendengar, menyentuh, mendoakan, dan menghibur. Ia mengajak agar seluruh anggota SMGM tetap setia menjalani pelayanan mereka dengan semangat yang sama, tanpa takut atau mundur menghadapi tantangan. “Harapan dalam Tuhan tidak mengecewakan,” ujarnya menguatkan.
