Browsing: Berita Keuskupan Atambua

KeuskupanAtambua.org – Sidang Agung Gereja Katolik V tahun 2025 berlangsung di Hotel Mercure – Ancol – Jakarta Utara pada 3-7 November 2025. Sidang diikuti oleh 375 Peserta yang datang dari 38 Keuskupan Teritorial dan 1 Keuskupan Militer di Indonesia. Peserta sidang terdiri dari para Uskup, Romo, Suster, awam dan OMK. Sidang ini menghadirkan berbagai Narasumber kompeten. 

Peserta dalam kegiatan dialog Tiga Batu Tungku ini adalah Para Pastor, Diakon, Frater, Suster, Para Camat dan Para Kepala Desa se-Paroki Seon, Ama Nai Loro dan Para Ketua Suku dan Ketua Adat se-Paroki Seon, Para Kepala Puskesmas se-Paroki Seon, DPP/DKP Paroki Seon, Para Pengurus Stasi-Lingkungan, Para Ketua Kelompok Kategorial, Para Kepala Sekolah SD-SMA se-Paroki Seon. Kegiatan ditutup dengan sangat siang dan foto bersama.

Kegiatan SAGKI yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali ini menjadi forum nasional bagi Gereja Katolik Indonesia untuk bersama-sama meneguhkan arah pastoral dan misi Gereja dalam konteks kehidupan bangsa. Berdasarkan data panitia, peserta SAGKI V terdiri dari 254 laki-laki dan 120 perempuan. Dari jumlah tersebut, terdapat 41 uskup (terdiri dari 37 uskup aktif dan 4 uskup emeritus), 107 imam, 2 bruder, 3 frater, serta 101 awam pria. Sementara itu, peserta perempuan terdiri atas 31 biarawati dan 89 awam.

Selanjutnya, Romo Frans Naikofi, Pr, dalam sambutannya selaku Pastor Paroki, menyampaikan terima kasih kepada Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua, kepada seksi kepemudaan paroki, para pendamping OMK, serta para suster dan seluruh OMK yang telah bekerja sejak tahap perekrutan, pemilihan, animasi, hingga pelantikan. Ia berpesan agar para pengurus yang baru dilantik segera menyusun program kerja yang realistis, dikonsultasikan, dan dijalankan secara konsisten.

Suasana hening dan teduh mewarnai doa Taizé yang dipimpin Rm. Kristo Oki, Pr., sebelum rangkaian ditutup dengan pentas seni yang memancarkan sukacita iman.
Seluruh rangkaian hari studi ini menegaskan pesan tema umum KAYD III: “OMK Berziarah: Cerdas dalam Iman, Sejahtera dalam Hidup, dan Bergembira Memikul Salib.” Hidup OMK adalah peziarahan yang menjadi nyata ketika mereka mampu memutus mata rantai krisis yang mengancam kecerdasan iman, kesejahteraan hidup, dan kegembiraan memikul salib. Setiap materi, dialog, bahkan seni yang tersaji hari ini, mengingatkan bahwa iman yang matang lahir dari perjalanan yang jujur menghadapi tantangan zaman dan tekun mencari solusi yang memerdekakan.