Pendidikan karakter menjadi salah satu isu yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sistem pendidikan yang efektif tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus memperhatikan pembentukan karakter peserta didik agar memiliki moral, kepribadian, dan sikap yang baik. Dalam konteks ini, pendidikan formal, nonformal, dan informal memiliki peran besar dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Browsing: Opini
KeuskupanAtambua.org – Yudel Neno, Pr – Memahami Agresi Intelektual dan Catatan Kritisnya Agresi intelektual merujuk pada penggunaan kemampuan intelektual secara…
Empat Lilin Adven: Makna dan Lambang Masa Adven adalah masa persiapan umat Katolik dalam menyambut kedatangan Yesus Kristus, Sang Juru…
Hari arwah sedunia dirayakan pada setiap tanggal 2 November. Pada hari ini, seluruh orang beriman Katolik, berhimpun untuk mendoakan orang-orang yang telah meninggal dunia dan berada di Api Penyucian, sehingga jiwa mereka dimurnikan dan kelak dapat masuk Surga.
Hari Orang Kudus Sedunia juga menjadi momen penting bagi Gereja untuk mengajarkan pentingnya komunitas iman. Gereja menyadari bahwa umat tidak bisa berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan satu sama lain dalam mencapai kekudusan. Komunitas yang solid menjadi tempat bagi umat untuk saling menguatkan dalam iman (Catholic Community Services, 2023).
KeuskupanAtambua.org – OPINI oleh Rm. Yudel Neno, Pr – — Katekis dan katekista memainkan peran penting dalam menyebarkan nilai-nilai kebenaran…
Rahmat aktual adalah bantuan sementara yang Allah berikan pada waktu-waktu tertentu untuk membantu kita dalam tindakan-tindakan konkret, seperti bertobat, melakukan perbuatan baik, atau menolak godaan.
Wahai para esoteris, berkumpullah. Karena di dalam diri kita masing-masing, di kedalaman jiwa, kita dapat menyentuh yang ilahi
KeuskupanAtambua.org , OPINI – Rm. Yudel Neno, Pr – — Beberapa waktu lalu, ketika Misa Syukur Rm. Theo Asa Siri,…
Yohanes Paulus II menekankan bahwa seksualitas bukan sekadar pemenuhan hasrat, tetapi merupakan bentuk karunia diri (self-giving) yang mencerminkan hubungan kasih antara Kristus dan Gereja. Oleh karena itu, seksualitas harus selalu dihormati dalam konteks komitmen yang penuh dalam pernikahan
