Matius dalam Injil suci hari ini menampilkan sebuah kiasan. “Kebun anggur adalah Gereja.” Pemilik kebun anggur ialah Allah Bapa. Hamba-hamba adalah para nabi utusan Allah, yang tanpa kenal lelah memperingatkan Israel akan ketidaksetiaannya. Anak pemilik kebun anggur’ ialah Yesus Kristus Putra Allah. Sedangkan para penggarap kebun anggur” ialah para penguasa yang biasa membinasakan orang yang tidak mereka senangi.
Browsing: Renungan Serial
Sebuah kisah seorang anak yatim piatu. Ia menorehkan kisah hidupnya dalam uraian kalimat ini: “Banyak jalan telah aku lewati, banyak luka yang kusembunyikan, di balik senyum yang orang lihat, ada air mata yang tak terucapkan. Saat langkahku hampir berhenti, saat harapanku tak lagi berarti, ada suara lembut memangil namaku, mengajakku kembali kepada-Nya sebab ia berkata: namamu tercatat di surga. Si anak yatim piatu menghidupkan kenangan yang mendalam sebagai ungkapan pribadi yang tulus dari kisah perjalanan hidup penuh rintangan dan penderitaan yang telah dijalani sendiri tanpa ditunjukan pada orang lain. Ia menggambarkan perasaan yang tertahan dan tidak ada tempat berbagi kesedihan. Ia mencapai titik terendah hidup: merasa lelah, putus asa, hampir menyerah, kehilangan semangat dan alasan untuk melanjutkan hidup.
Kita masih hidup di dunia, terikat pada hal-hal fana. Yesus dengan tegas mengungkapkan keterpisahan dunia fana dan surga yang baka: ”Jangan engkau menyentuh Aku…” (Yoh 20:17). Jalan iman di bumi ini lebih merupakan undangan untuk makin kuat beriman, berharap dan mengasihi, dengan cara lebih berani mempercayakan dan menyerahkan diri kepada-Nya untuk dituntun dan diarahkan-Nya menuju ke surga.
Santa Theresia sejak usia 12 tahun sudah terlibat dalam kerasulan doa dan pada usia 15 tahun masuk biara Carmelite. Dalam riwayat hidupnya ia berjanji akan melakukan segala yang baik selama hidupnya untuk mengejar surga. Ia menyatakan juga bahwa menjadi orang kudus yang hebat tidak dengan melakukan hal besar tetapi lewat apa saja yang kita lakukan termasuk hal kecil dan tersembunyi tapi dengan cinta yang besar kepada Allah.
