Dalam kata pengantarnya, Uskup mengajak seluruh imam dan umat untuk senantiasa mensyukuri rahmat Tuhan. Ia juga menegaskan pentingnya doa sebagai jalan kekuatan agar hidup dan pelayanan tetap selaras dengan kehendak Allah.
Browsing: Uskup Atambua
Refleksi Imamat ini pada akhirnya memperlihatkan satu benang merah yang sangat kuat: Paskah hanya dapat dipahami dengan benar bila kembali ke pusatnya, yakni Kristus Sang Imam dan Kurban. Dari Dia, para imam belajar arti persembahan, ketaatan, pengosongan diri, dan pelayanan yang menyelamatkan. Karena itu, menjelang Paskah, para imam diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan upacara, tetapi lebih-lebih mempersiapkan diri. Sebab liturgi akan menjadi hidup bila imam yang merayakannya sungguh hidup dari misteri yang ia rayakan.
Di tengah arus digital dan tantangan migrasi tenaga kerja, pesan Uskup sederhana namun tegas: menjadi hamba bukanlah kehinaan, melainkan jalan kemuliaan. Pendidikan yang berakar pada pengorbanan dan karakter adalah cahaya harapan bagi bangsa.
Audiensi yang berlangsung dalam suasana persaudaraan tersebut dinilai membawa angin segar bagi kiprah literasi dan pelayanan media di Keuskupan Atambua. Kolaborasi antara Gereja lokal dan lembaga penerbitan Katolik diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat fondasi iman dan kualitas hidup umat.
Mena, KeuskupanAtambua.org – Uskup Atambua ; Mgr. Dominikus Saku, Pr memimpin Perayaan Ekaristi pagi sekaligus memberkati Patung Santo Fransiskus Asisi…
Dialog hari itu bukan sekadar wacana, melainkan seruan profetik agar umat Dekenat Mena berani menata ekonomi secara produktif, membangun pendidikan yang bermartabat, serta membangun peradaban kolaboratif yang membebaskan.
Rekoleksi kategorial ini menjadi momentum pembaruan spiritual di Dekenat Mena, sekaligus peneguhan bahwa di tengah tantangan zaman, harapan dalam Kristus tetap menjadi cahaya bagi bangsa-bangsa.
Rekoleksi Kategorial di Dekenat Mena ini menjadi momentum penting pembinaan iman bagi para pelajar lintas sekolah. Kehadiran langsung Uskup Atambua memberi penguatan rohani sekaligus motivasi moral agar generasi muda Katolik semakin bertumbuh sebagai pribadi beriman, setia, dan berkarakter di tengah tantangan zaman.
Atas aksi peduli lingkungan yang dilakukan oleh Penjabat Desa bersama perangkat Desa Oepuah Utara, Uskup Atambua, Romo Deken Mena, dan para pastor yang hadir menyampaikan apresiasi. Mereka menilai langkah ini sebagai wujud nyata kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan Gereja dalam menjaga alam serta merawat sumber air sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat. Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Rekoleksi Kategorial hari pertama di Dekenat Mena ini menegaskan bahwa ziarah iman tidak cukup berhenti pada refleksi dan wacana, tetapi harus berbuah dalam pertobatan pribadi, pembaruan sosial, serta tindakan nyata menjaga kehidupan dan lingkungan.
