Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi
  • Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu
  • Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan
  • Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena
  • Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam
  • 62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah
  • Seminari Lalian Perluas Kerja Sama Mading Bahasa Inggris dengan Tiga Sekolah di Atambua
  • Aksi Panggilan di Mena, Siswa Seminari Tampil Memukau di Malam Kreasi
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Refleksi Eksegetis»Mengambil Keputusan Bijak dan Tidak Bijak dalam Terang Kegembalaan Yesus dan Prinsip Desolasi-Konsolasi
Refleksi Eksegetis

Mengambil Keputusan Bijak dan Tidak Bijak dalam Terang Kegembalaan Yesus dan Prinsip Desolasi-Konsolasi

Komsos Keuskupan AtambuaBy Komsos Keuskupan AtambuaMarch 13, 2025Updated:March 13, 2025No Comments68 Views
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email
Santo Ignatius Loyola
Santo Ignatius Loyola

KeuskupanAtambua.org – Mengambil Keputusan Bijak dan Tidak Bijak dalam Terang Kegembalaan Yesus dan Prinsip Desolasi-Konsolasi – oleh Yudel Neno, Pr

Catatan Awal

Saya masih ingat dengan jelas salah satu nasihat bijak dari Rm. Valens Boy, Pr., seorang Dosen Senior Fakultas Filsafat Unwira Kupang sekaligus Pembina di Seminari Tinggi Santo Mikhael, Penfui, Kupang. Beliau adalah seorang Dosen Kitab Suci yang memiliki kedalaman pemahaman tentang teks-teks biblis.

Desolasi adalah keadaan jiwa yang penuh dengan kegelapan, kebingungan, kekeringan rohani, dan perasaan jauh dari Tuhan

Suatu ketika, dalam perkuliahan Eksegese Mazmur, saat membahas nada kebijaksanaan dalam Kitab Mazmur, beliau memberikan nasihat yang sangat berharga:

“Ingat baik-baik, para Frater! Kalian kelak akan menjadi pemimpin. Dan kalian memang dididik untuk menjadi pemimpin. Jika suatu saat kalian harus mengambil keputusan, jangan pernah melakukannya dalam keadaan emosional atau saat kalian merasa lemah. Sebaliknya, jika kalian merasa berani dan nekat, waspadalah dalam mengambil keputusan. Sebab keputusan yang diambil dalam keadaan lemah dan emosional cenderung membuat seseorang mencari kambing hitam. Sementara itu, keputusan yang diambil dalam keadaan nekat dapat berujung pada tindakan pemaksaan kehendak.”

Nasihat di atas sangat relevan dengan uraian biblis yang akan dibahas pada bagian berikutnya dalam tulisan ini. Selain itu, pesan tersebut juga menegaskan pentingnya kondisi batin seorang pemimpin yang dalam spiritualitas Ignatian sangat dipengaruhi oleh konsolasi dan desolasi. Dengan memahami dinamika batin dalam spirit konsolasi-desolasi, seorang pemimpin dapat mengambil keputusan dengan lebih bijaksana dan selaras dengan kehendak Tuhan.

Konsolasi adalah keadaan jiwa yang penuh dengan penghiburan, kedamaian, dan rasa dekat dengan Tuhan

Yesus Kristus sebagai Gembala yang Baik memberikan teladan dan ajaran tentang bagaimana mengambil keputusan yang bijak dalam kehidupan. Keputusan yang bijak selalu berlandaskan kasih, kebenaran, dan kehendak Allah, sedangkan keputusan yang tidak bijak cenderung didasarkan pada egoisme, ketidaktaatan, dan hawa nafsu duniawi.

Dalam spiritualitas Ignatian, dinamika batin seseorang dalam pengambilan keputusan juga sangat dipengaruhi oleh konsolasi dan desolasi. Konsolasi membawa seseorang pada keputusan yang bijak karena selaras dengan kasih dan penyelenggaraan Tuhan, sedangkan desolasi dapat menjerumuskan seseorang pada keputusan yang tidak bijak karena dilandasi oleh kebingungan dan ketakutan.

Konsolasi dan Keputusan Bijak dalam Terang Ajaran Yesus

Keputusan yang Berdasarkan Kehendak Allah

Yesus selalu mengajarkan bahwa keputusan yang bijak harus sesuai dengan kehendak Bapa di surga. Dalam keadaan konsolasi, seseorang merasakan kedekatan dengan Tuhan, memiliki ketenangan batin, dan dapat melihat kehendak-Nya dengan lebih jelas (Discerment Leadership). Dalam keadaan ini, seseorang lebih mudah untuk berkata seperti Yesus di Getsemani: Bukanlah kehendakku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (bdk. Lukas 22:42)

Seorang gembala yang baik akan mempertimbangkan apakah suatu keputusan selaras dengan rencana dan kebenaran Allah, bukan hanya mengutamakan kepentingan pribadi.

Keputusan yang Dilandasi Kasih

Dalam konsolasi, seseorang merasakan sukacita dan harapan yang datang dari Tuhan. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengambil keputusan dengan dasar kasih, bukan ketakutan atau kebencian.

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Matius 22:39).

Ketika hati dipenuhi dengan kedamaian dari Tuhan, seseorang lebih mudah mengambil keputusan yang membangun persaudaraan sejati, sebagaimana Yesus sebagai Gembala yang Baik mengasihi domba-domba-Nya.

Keputusan yang Penuh Hikmat dan Penyerahan kepada Allah

Dalam keadaan konsolasi, seseorang memiliki kejelasan batin dan lebih peka terhadap suara Roh Kudus. Karena itu, keputusan yang diambil dalam keadaan ini cenderung lebih bijaksana dan penuh hikmat.

Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus 1:5)

Oleh karena itu, dalam Latihan Rohani Ignatius, Ignatius Loyola menyarankan agar keputusan-keputusan penting lebih baik diambil dalam keadaan konsolasi, ketika seseorang lebih mampu melihat segala sesuatu dengan terang iman.

Desolasi dan Keputusan Tidak Bijak dalam Terang Ajaran Yesus

Keputusan yang Berdasarkan Nafsu Duniawi

Ketika seseorang berada dalam desolasi, ia sering kali merasa kosong, bingung, dan jauh dari Tuhan. Dalam keadaan ini, seseorang lebih rentan untuk mengambil keputusan yang didasarkan pada keserakahan, keinginan duniawi, atau pencarian kepuasan sementara.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Markus 8:36)

Keputusan yang lahir dari desolasi sering kali tidak mempertimbangkan nilai-nilai rohani yang sejati dan lebih berorientasi pada keuntungan pribadi.

Keputusan yang Mengabaikan Suara Tuhan

Yesus mengecam orang-orang yang tidak mendengar dan tidak menaati firman Tuhan. Dalam desolasi, seseorang lebih mudah menutup diri terhadap bimbingan Roh Kudus dan mengambil keputusan yang didasarkan pada kebingungan atau kekecewaan.

Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.” (Matius 7:26)

Ignatius Loyola menasihatkan agar seseorang tidak mengambil keputusan besar saat berada dalam desolasi, karena keputusan yang diambil dalam keadaan ini sering kali tidak berasal dari bimbingan Tuhan melainkan dari kecemasan dan ketidakstabilan batin.

Keputusan yang Didasarkan pada Ketakutan dan Keraguan

Yesus juga menegur murid-murid-Nya yang takut dan tidak percaya. Dalam desolasi, seseorang mudah merasa takut, cemas, dan kehilangan harapan. Akibatnya, keputusan yang diambil lebih sering didasarkan pada ketakutan daripada iman.

Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?“ (Markus 4:40)

Keputusan yang lahir dari ketakutan biasanya tidak membawa damai dan sering kali justru memperburuk keadaan. Oleh karena itu, dalam masa desolasi, Ignatius menasihatkan agar seseorang tetap setia dalam doa dan menunggu sampai ia kembali mengalami konsolasi sebelum mengambil keputusan yang penting.

Kesimpulan

Dalam terang ajaran Yesus sebagai Gembala yang Baik dan spiritualitas Ignatian, keputusan bijak selalu berlandaskan kehendak Allah, kasih, dan hikmat-Nya, yang sering kali dirasakan dalam keadaan konsolasi. Sebaliknya, keputusan yang tidak bijak muncul dari nafsu duniawi, ketidaktaatan, dan ketakutan, yang sering kali menyertai keadaan desolasi.

Maka, dalam setiap pengambilan keputusan, kita dipanggil untuk mengenali kondisi batin kita. Jika kita berada dalam desolasi, kita diajak untuk tetap setia dalam doa dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan. Sebaliknya, jika kita berada dalam konsolasi, kita dapat lebih mudah mengenali kehendak Tuhan dan mengambil keputusan yang sejalan dengan rencana-Nya. Dengan demikian, kita dapat meneladani Yesus Sang Gembala yang Bijak dalam setiap keputusan yang kita buat, sehingga hidup kita semakin memuliakan Allah.

Oleh Rm. Yudel Neno, Pr

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Metanoia dan Revolusi Batin: Kritik Yesus terhadap Enam Pola Pikir yang Bertentangan dengan Kehendak Allah

March 2, 2026

Narasi dan Refleksi di Balik Keunikan dan Keistimewaan Pembangunan Gereja Paroki Lurasik

December 15, 2025

Internalisasi Delapan Etos Kerja CU Kasih Sejahtera Keuskupan Atambua dan Relevansinya bagi Umat Allah Keuskupan Atambua

March 21, 2025

Mengasihi dan Mengampuni sebagai Panggilan Ilahi

February 23, 2025

Peran OMK dalam Terang Pernyataan Yesus Aku adalah Raja

November 23, 2024

Hari Orang Muda Sedunia 2024: Refleksi Kritis bagi Orang Muda Katolik Keuskupan Atambua

November 23, 2024

Comments are closed.

BERITA TERBARU

SMPK Santo Yoseph Noemuti Terima Sosialisasi dan Edukasi Gizi

April 29, 2026

Cinta Panggilan di Tanah Malaka, Komisi Panggilan Gelar Aksi Panggilan di Paroki Kaputu

April 28, 2026

Umat Paroki Mena Gelar Latihan Produksi Abon Ikan

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Lakukan Aksi Panggilan di Paroki Mena

April 27, 2026

Siswa Seminari Lalian Ikuti Ret-ret Tahunan, Perkuat Kesadaran Panggilan sebagai Calon Imam

April 27, 2026

62 Siswa Kelas XII Seminari Lalian Ikuti Ujian Sekolah

April 27, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?