Dari catatan sejarah dapat terbaca bahwa P. Theodorus de Boer, SVD ditunjuk oleh Uskup Mgr. Theodorus Sulama, SVD sebagai Deken Belu Utara yang pertama dari tahun 1963-1973. P. Theo de Boer, SVD melaksanakan tugas sebagai Deken Belu Utara selama enam tahun.

Keuskupan Atambua
Katedral Atambua (photo: panoramio.com)

Selanjutnya pada Agustus 1973-Juni 1978, P. Theo de Boer, SVD diganti oleh Rm. Alex Seran, Pr. Rm. Alex bertugas sebagai Deken Belu Utara selama lima tahun, lalu digantikan oleh P. Yustus Asa, SVD (1978-1981). Pada tahun 1981 Pater Yustus Asa, SVD diganti oleh Rm. Edmundus Nahak, Pr (1981-1985).

Pada masa kepemimpinan Rm. Edmundus Nahak, mulai dilaksanakan perayaan bersama penutupan Bulan Kitab Suci Nasional sebagai bentuk devosi khas Dekenat Belu Utara yang dilakukan secara bergilir setiap tahun dari paroki ke paroki.

Selanjutnya karena Rm. Edmundus Nahak, Pr diangkat menjadi Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua oleh Mgr. Anton Pain Ratu, SVD maka beliau digantikan oleh P. Karl Scholly, SVD sebagai Deken Belu Utara (September 1985 – Desember 1989).

Pada tahun 1989 sepulang dari studi Antropologi di Filipina, Rm. Alex Seran, Pr diangkat kembali sebagai Deken Belu Utara menggantikan P. Karl Scholly, SVD.

Sebagai seorang antropolog, Rm. Alex Seran memberi perhatian khusus pada umat Suku Kemak di Sadi. Beliau terus mendampingi mereka dan memperjuangkan berdirinya Paroki Sadi terpisah dari Paroki Katedral Atambua.

Rm. Alex Seran, Pr menjadi Deken Belu Utara hingga akhir tahun 1995. Sejak saat itu mulai disepakati bersama, supaya perayaan BKSN dilakukan bersama pada setiap tahun genap.

Selanjutnya Rm. Alex Seran digantikan oleh Rm. Dominikus Metak, Pr (1995-2000). Rm. Dominikus Metak, Pr yang dikenal sebagai Deken keliling Keuskupan Atambua ini melayani selama lima tahun.

Rm. Domi Metak, Pr diganti oleh P. Alex Magu, SVD (2000-2005). Pada masa kepemimpinan Pater Alex, pusat dekenat berada di Paroki Tukuneno, sedangkan Sekretariat berada di Istana Keuskupan Lama.

Selanjutnya melalui SK Uskup Atambua, No. 257/2005, Rm. Agustinus Berek, Pr diangkat sebagai Deken Belu Utara menggantikan P. Alex Magu, SVD. Rm. Agustinus Berek, Pr menjadi Deken sejak 2005-2013. Rm. Agustinus Berek, Pr digantikan oleh Rm. Stefanus Boisala, Pr (2013 – sekarang).

Dekenat Belu Utara memiliki devosi khusus kepada Kitab Suci melalui perayaan bersama Bulan Kitab Suci Nasional yang dilakukan secara bergilir dari paroki ke paroki. Sejak tahun 1994 disepakati agar perayaan bersama itu dilakukan setiap dua tahun sekali terutama pata tahun-tahun genap.

Perayaan bersama yang pertama di Paroki Lahurus pada 28 September 1984. Sedangkan perayaan terakhir dilaksanakan di Paroki Santo Yohanes Pemandi Haliwen pada 26-28 September 2014.

Acara perayaan bersama BKSN itu biasanya berlangsung sebagai berikut:
Hari pertama, pembukaan pada sore hari dengan melakukan perarakan dan pentakhtaan Kitab Suci dan misa pembukaan yang dihadiri oleh para duta dari seluruh paroki se-Dekenat Belu Utara dan pada malam harinya diadakan atraksi Biblis I.

Hari kedua, merupakan hari pembinaan dan pendalaman Kitab Suci berupa sharing dan Lomba Kitab Suci per-kategori (Anak-anak, Muda-Mudi dan Orang Dewasa).
Dan hari ketiga merupakan hari evaluasi dan penutupan.

Selain perayaan bersama BKSN, Dekenat Belu Utara juga memiliki ikon Ziarah Bersama OMK yang dilaksanakan setiap tahun pada 31 Mei bertujuan untuk semakin mengeratkan tali persahabatan diantara kawula muda Katolik serta mening-katkan devosi kepada Bunda Maria.

Dewan Pastoral Dekenat mulai ada sejak adanya Pusat Pastoral pada tahun 1982. Hingga tahun 2014, terdapat lebih kurang empat tokoh awam tercatat sebagai Ketua I Dewan Pastoral Dekenat (DPD) yakni Bapak Abraham J. Bau; Bapak Pius J. Tae, BA; Bapak Maternus Bili, BSc., dan terakhir Bapak Drs. Vinsen B. Loe (2008-2014).

Selain Ketua I, tokoh awam yang turut berperan dalam karya pastoral dekenat adalah Sekretaris Dekenat. Sejak berdirinya dekenat Belu Utara hingga sekarang ada tiga Sekretaris tetap yang bertugas menjalankan segala urusan administrasi dekenat, yakni Bapak Hubertus Riberu (1981-1985); Bapak Rony Parera (1986-1998), dan Bapak Dominikus Daru Keban (1998-2010). Setelah yang terakhir pensiun, tidak ada lagi sekretaris dekenat.

Sampai dengan tahun 2015, Dekenat Belu Utara meliputi 17 paroki dan 5 stasi yang sedang dipersiapkan menjadi bakal paroki yakni:

Paroki Atapupu (1883); dengan stasi Lakafehan (sebagai bakal paroki)
Paroki Lahurus (1886);
Paroki Halilulik (1918); dengan stasi Labur (sebagai bakal paroki)
Paroki Katedral Atambua (1926); dengan stasi Kuneru (sebagai bakal paroki)
Paroki Nualain (1939);
Paroki Nela (1971); dengan stasi Motabuik (sebagai bakal paroki)
Paroki Fulur (1975); dengan stasi Tahon (sebagai bakal paroki)
Paroki Weluli (1980);
Paroki Tukuneno (1988);
Paroki Sadi (1991);
Paroki Wedomu (1994);
Paroki Webora (2000);
Paroki Fatuketi (2002);
Paroki Fatubenao (2002);
Paroki Laktutus (2004);
Paroki Haekesak (2006)
Paroki Haliwen(2009).

SHARE