Close Menu
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Uskup Atambua Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Format EVAPERCA
  • Dua Siswa Seminari Lalian Tembus Lima Besar Turnamen Catur Belu Open 2026
  • Immaculata Band Seminari Lalian Unjuk Kemampuan di Youthfest 2026
  • Bahas Krisis Sosial-Pastoral dan Ekologi, Pemda Belu, Gereja dan Masyarakat Adat Bangun Kolaborasi
  • Berbuat Baik
  • Tetap Berjalan dalam Panggilan
  • Komsos Keuskupan Atambua Beri Pelatihan Jurnalistik di Paroki Wemasa
  • Siswa-Siswi SMKN Kobalima Ikut Pelatihan Jurnalistik
Facebook Instagram
  • Home
  • KEUSKUPAN
  • PUSPAS
  • DEKENAT
  • PAROKI
  • RENUNGAN
  • PENGUMUMAN
  • DOKUMEN GEREJA
Login
Keuskupanatambua.orgKeuskupanatambua.org
Home»Berita Keuskupan Atambua»Uskup Atambua Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Format EVAPERCA
Berita Keuskupan Atambua

Uskup Atambua Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Format EVAPERCA

Persiapan EVAPERCA 2026
Sponsored By: Komsos Keuskupan Atambua Komsos Keuskupan Atambua October 30, 2026No Comments4 Mins Read
Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Reddit Email
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

ATAMBUA — KeuskupanAtambua.org – Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr, memimpin rapat koordinasi pembahasan format Evaluasi dan Perencanaan Kerja (EVAPERCA) Keuskupan Atambua, November 2026 di lantai dua Gedung Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Kamis (29/10/2026). Rapat tersebut membahas perubahan paradigma evaluasi dan perencanaan pastoral dengan mengedepankan pendekatan berbasis kekuatan, potensi, dan aset melalui metode Appreciative Inquiry (AI) dan Asset-Based Community-Driven Development (ABCD).

Rapat yang dipandu Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Yosef Hello, itu dihadiri Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pater Vincent Wun, SVD, Deken Belu Utara, sejumlah ketua komisi dan sekretaris, anggota tim perumus, serta staf Pusat Pastoral Keuskupan Atambua.

Dalam arahan pembuka, Uskup Dominikus Saku menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam pelaksanaan evaluasi dan perencanaan pastoral. Menurut Mgr. Domi; evaluasi tidak boleh berhenti pada pengukuran capaian kegiatan secara administratif dan kuantitatif, tetapi harus mampu mengungkap kualitas proses, makna pelayanan, serta dampaknya terhadap kehidupan umat.

Uskup yang akrab disapa Uskup Domi itu mengingatkan bahwa evaluasi kegiatan pastoral sering kali tidak memperlihatkan perkembangan yang berarti karena terlalu berorientasi pada angka, jumlah kegiatan, dan ketercapaian program. Akibatnya, dimensi kualitatif yang justru menjadi substansi pelayanan pastoral kurang mendapatkan perhatian.

Karena itu, format EVAPERCA Tahun 2027 diarahkan untuk memberikan perhatian lebih besar pada aspek kualitatif tanpa mengabaikan pentingnya data kuantitatif sebagai bagian dari pengukuran kinerja pastoral.

Selain menekankan perubahan pendekatan evaluasi, Uskup Domi menggarisbawahi pentingnya kesadaran iman dalam keseluruhan proses pastoral. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penyusunan rencana tindak lanjut (RTL), hingga evaluasi, harus ditempatkan dalam kesadaran akan karya dan rahmat Allah.

Penegasan tersebut memperlihatkan bahwa evaluasi pastoral bukan semata-mata kegiatan administratif untuk mengukur keberhasilan program, melainkan juga kesempatan merefleksikan karya Allah dalam perjalanan pelayanan Gereja.

Dalam kerangka tersebut, pendekatan Appreciative Inquiry dan Asset-Based Community-Driven Development menjadi landasan metodologis penyusunan format evaluasi.

Kedua pendekatan ini menempatkan kekuatan, pengalaman positif, potensi, dan aset yang telah dimiliki sebagai titik berangkat dalam mengembangkan organisasi maupun komunitas. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya diarahkan untuk menemukan persoalan dan kekurangan, tetapi terutama untuk mengenali keberhasilan, menggali sumber daya, serta merumuskan kemungkinan pengembangan pelayanan secara berkelanjutan.

Pendekatan tersebut sekaligus menggeser orientasi evaluasi yang sebelumnya cenderung berbasis kekurangan (deficit-based) menuju evaluasi yang bertumpu pada kekuatan dan potensi (strengths-based).

Arahan Uskup Atambua selanjutnya menjadi dasar pembahasan teknis mengenai rancangan format EVAPERCA. Forum mengkaji lima dimensi utama evaluasi, yakni input, process, output, impact, dan refleksi.

Dimensi input diarahkan untuk mengidentifikasi sumber daya, potensi, dan aset yang mendukung pelaksanaan program pastoral. Dimensi process menelaah dinamika pelaksanaan kegiatan, termasuk keterlibatan berbagai pihak, pengalaman kerja sama, dan kualitas proses pelayanan.

Sementara itu, dimensi output berfokus pada hasil langsung dari kegiatan yang telah dilaksanakan, sedangkan dimensi impact memberikan perhatian pada perubahan dan dampak nyata yang dihasilkan dalam kehidupan umat maupun perkembangan pelayanan pastoral.

Adapun dimensi refleksi menjadi ruang untuk membaca dan memaknai keseluruhan pengalaman pelayanan dalam terang iman, termasuk mengenali penyertaan serta rahmat Allah yang bekerja melalui berbagai proses pastoral.

Kelima dimensi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam sejumlah pertanyaan analitis yang dirancang sebagai instrumen pemandu evaluasi. Perumusan pertanyaan dilakukan dengan mengintegrasikan semangat AI dan ABCD agar proses evaluasi tidak sekadar menghasilkan laporan kegiatan, tetapi juga mampu mengidentifikasi kekuatan, menemukan peluang pengembangan, dan merumuskan langkah pastoral berikutnya.

Melalui rancangan tersebut, evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara sumber daya yang tersedia, kualitas pelaksanaan kegiatan, hasil yang dicapai, dan dampak yang ditimbulkan.

Setelah pemaparan rancangan format oleh Yosef Hello, forum dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan masukan. Para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan catatan kritis, usulan, dan pertimbangan teknis guna menyempurnakan instrumen evaluasi sebelum digunakan dalam pelaksanaan EVAPERCA.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya Keuskupan Atambua untuk membangun mekanisme evaluasi dan perencanaan pastoral yang lebih reflektif, partisipatif, dan berorientasi pada dampak pelayanan.

Dengan menempatkan kekuatan komunitas, kualitas proses, serta kesadaran akan rahmat Allah sebagai landasan, EVAPERCA diharapkan tidak berhenti sebagai agenda evaluasi tahunan, tetapi menjadi sarana pembelajaran dan pembaruan pastoral yang berkelanjutan.

oleh Komsos Keuskupan Atambua

Share. Facebook WhatsApp Twitter Telegram Pinterest LinkedIn Tumblr Email

BERITA TERKAIT

Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Ketua Panitia Ungkap Perjuangan Tujuh Tahun dan Solidaritas Umat

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Hadiri Pentahbisan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Bupati Malaka Tekankan Pentingnya Solidaritas Umat dan Pembangunan SDM

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Tahbiskan Gereja Santa Sesilia Kotafoun, Uskup Atambua Ajak Umat Membangun Kekudusan Hidup

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Umat Paroki Kotafoun Bersukacita Mendapatkan Gereja Baru

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 21, 2026

Syukur 40 Tahun Romo Alo Kosat, Uskup Atambua Urai Ketahanan Imamat dalam Kesetiaan yang Total

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 19, 2026

Syukur 40 Tahun Imamat: Romo Alo Kosat Ungkap Peran Keluarga dan Pentingnya Hidup Disiplin serta Sikap Tegas

Sponsor: Pusat Pastoral Keuskupan AtambuaOctober 19, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

BERITA TERBARU

Uskup Atambua Pimpin Rapat Koordinasi Bahas Format EVAPERCA

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 30, 2026

Dua Siswa Seminari Lalian Tembus Lima Besar Turnamen Catur Belu Open 2026

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 30, 2026

Immaculata Band Seminari Lalian Unjuk Kemampuan di Youthfest 2026

October 30, 2026

Bahas Krisis Sosial-Pastoral dan Ekologi, Pemda Belu, Gereja dan Masyarakat Adat Bangun Kolaborasi

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 30, 2026

Berbuat Baik

Sponsor: Komsos Keuskupan AtambuaOctober 30, 2026

Tetap Berjalan dalam Panggilan

Sponsor: Komsos Keuskupan Atambua October 29, 2026
KALENDER LITURGI

Tentang Kami
Tentang Kami

Keuskupanatambua.org merupakan website resmi Keuskupan Atambua yang menyajikan update informasi seputar Keuskupan Atambua dan paroki-paroki di wilayah keuskupan tersebut.

Alamat

Alamat:
Jl. Nela Raya No. 17, Lalian Tolu, Atambua 85702, Timor – Nusa Tenggara Timur.

Media Sosial
  • Facebook
  • Instagram
  • YouTube
  • TikTok
© 2026 Keuskupanatambua.org. Designed by Tim Keuskupan Atambua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?