Keikutsertaan utusan Keuskupan Atambua dalam forum ini menunjukkan keseriusan pastoral dan keterlibatan aktif dalam menjawab fenomena migrasi secara holistik, baik dari sisi pendampingan spiritual maupun advokasi sosial. Diharapkan, Perpas XII menjadi titik tolak bagi pembaruan strategi pastoral yang lebih menyentuh realitas umat Katolik yang hidup sebagai perantau.
Browsing: Berita Keuskupan Atambua
Yang istimewa, penyusunan buku kecil ini dilakukan tanpa sepengetahuan Sang Yubilaris, sehingga kehadirannya menjadi kejutan yang mengharukan. Buku ini menjadi ungkapan syukur sekaligus penghargaan atas ketekunan dan kesetiaan Romo Emanuel Hane dalam menabur inspirasi iman lewat kata-kata sederhana namun penuh makna.
Dalam simpulan presentasi, Rm. Yudel Neno menekankan bahwa pastoral migran-perantau adalah panggilan untuk keluar dari zona nyaman dan menembus batas-batas sosial. Ia menegaskan bahwa hukum dibuat untuk melindungi manusia, bukan merendahkannya, dan pelayanan terhadap migran harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sambil menegaskan semangat Yesus sebagai dasar pelayanan.
Keuskupanatambua.org, Couples For Christ (CFC) sebagai Komunitas Pemerhati Keluarga merupakan bagian tak terpisahkan dari Komisi Keluarga mempunyai misi: “Keluarga Menyelamatkan…
Keuskupanatambua.org, Pagi-pagi buta, Sabtu, 21 Juni 2025, Tim Pastoral Keluarga Keuskupan Atambua bergegas menuju Paroki Naekake, Kecamatan Mutis persis di…
Selain Misa Syukur, CU juga mengadakan aksi donor darah, kerja bakti dan bakti sosial di tiga kabupaten: Malaka, Belu, dan Timor Tengah Utara. Seluruh rangkaian ditutup dengan potong tumpeng, santap siang bersama, serta rekreasi penuh keakraban.
Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua secara resmi melantik Badan Pengurus Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santa Maria Immaculata Katedral Atambua masa bakti 2025–2027, usai kegiatan animasi yang berlangsung pada Jumat, 30 Mei 2025. Pelantikan dipimpin oleh Rm. Yudelfianus Neno, Pr selaku Sekretaris Komisi Kepemudaan, dan berlangsung dalam perayaan Ekaristi di Gereja Katedral Atambua.
Dengan penuh harapan dan semangat baru, pelantikan OMK Apafa 2025–2028 menjadi tonggak penting bagi keterlibatan aktif orang muda dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.
Di akhir kegiatan, Rm. Gusty menyampaikan bahwa pelaksanaan animasi dan pelantikan mendapat dukungan penuh dari Dewan Pastoral Paroki, Pastor Paroki, dan seluruh umat. Ia menegaskan bahwa Paroki Fafinesu memiliki komitmen kuat untuk mendampingi dan memberdayakan kaum muda sebagai bagian penting dari kehidupan menggereja.
Malam Kreasi yang bakal digelar pada Seminaris merupakan momentum sukacita, refleksi iman, dan solidaritas umat dalam mendukung perjalanan panjang pembinaan calon-calon imam, seraya membuka mata dan hati banyak orang untuk menanggapi panggilan Tuhan secara kreatif dan berani.
