Sambil bercerita santai, Kim Taolin mengatakan bawah Uskup Anton adalah Sosok Pemimpin yang bersahabat. Kenyataan itu dialaminya sejak Ayah Kandungnya, Ludovikus Taolin masih hidup. Persahabatan antara Uskup Anton dan Bapak Ludo Taolin, luar biasa. Mereka akrab sekali. Kim menambahkan bahwa Bapak Ludo selalu bercerita bahwa Uskup Anton merupakan Sosok yang tegas dan berani namun rendah hati dan suka bersahabat. Ia suka mendengarkan apa yang kita katakan. Tutup Kim Taolin, Wakil Bupati Malaka.
Browsing: Berita Keuskupan Atambua
Keuskupanatambua.org- Kamis, 18 Januari bertempat di Emaus, sebanyak 10 Yayasan yang terdiri dari 7 Yayasan Pendidikan Katolik dan 3 Yayasan…
Lalian Tolu, keuskupanatambua.org, Jumat, 1 Desember 2023 bertempat di Aula Pusat Pastoral Keuskupan Atambua berlangsung Rakor (Rapat Koordinasi) Komisi-Komisi Pastoral…
Hari ini, 21 November 2023, Kami merayakan HUT Imamat ke-IV. Saat itu, kami ditahbiskan menjadi imam oleh Uskup Atambua, Mgr.…
Kupang, Keuskupanatambua.org-Sebanyak empat orang dosen dari STP St. Petrus Keuskupan Atambua dan Komisi Pendidikan Keuskupan Atambua mengikuti kegiatan yang dilaksanakan…
Terkait persiapan Peserta Didik menuju Senayan, Yustina Fallo, kelahiran Audiak-Motadik, 13 Agustus 2005 mengatakan, dirinya siap bertarung kelak di Senayan. Menurutnya, saat itu dibutuhkan kecepatan dan ketepatan; siapa cepat dan tepat, pasti mengantongi prestasi, dan dirinya komitmen bersama tim akan memenangkan even nasional itu.
Keuskupanatambua.org- Senin 2 Oktober 2023 telah terlaksana tahbisan imam atas 7 Diakon yang terdiri dari 5 Diakon SVD dan 2…
Sinodalitas dalam aspek kolegialitas, termanifestasi pada para Uskup (kolegialitas episkopal). Inilah ciri khas apostolik dari sinodalitas. Bahwa dengan menegaskan tentang semangat jalan bersama, di sana semangat Gereja Perdana turut ditegaskan. Semangat Gereja Perdana ini termanifestasi dalam diri para Uskup dalam kesatuannya dengan Bapak Suci di Roma sebagai Primus Inter Pares.
Orang boleh fanatik tetapi dia tidak boleh mengatakan bahwa orang lain salah. Sementara tentang dialog, Rm. Yan mengatakan dialog bukan untuk saling berdebat tetapi saling mendengarkan. Semangat saling mendengarkan merupakan kunci bagi dialog multikultural. Semangat mendengarkan seraya mengakui perbedaan, itulah toleransi.
Sementara itu, pasca laporan, Bapak Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr menambahkan beberapa catatan penting berkaitan dengan karya pelayanan Gereja, kualitas pendidikan sekolah-sekolah dan sinodalitas dalam karya misioner.
